Hanya tentang Java dan Mikha, dua insan berbeda jenis kelamin yang saling mencintai dan menginginkan satu sama lain, tapi harus terhalang oleh ikatan yang bernama "sepupu"
Akankah mereka berjuang dan saling melabuhkan hati?
atau menyerah dan memilih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
476.938 likes
Wow, ternyata si King baru Fakultas Hukum udah punya pawangnya nih, Girls Diketahui bernama Mikhaella anak Fakultas Kedokteran
Lebih cocok sama Queen apa sama Mikhaella nih?
comments
Mikha menatap datar layar datarnya yang sudah dipenuhi berbagai komentar yang kebanyakan menghujat dirinya. Saking campur aduknya itu perasaan, ia sampe tak sanggup untuk berkata apapun. Kepalanya serasa berisik, ia tak sanggup.
Ia kesal dan marah, tapi tak bisa membuat postingan itu menghilangkan. Memangnya salah yah bila dirinya dan Vano terlihat mesra? Mereka sudah biasa seperti itu dari kecil, iya walau ada bumbu cinta menyertai. Memang para manusia haus bahan hujatan.
Dirinya bahkan harus ke kampus dengan topi dan kacamata hitam, persis seperti mata-mata, sungguh merepotkan. Ula sendiri kesal dengan tatapan para mahasiswa lain yang secara terang-terangan membicarakannya.
"Lihat tuh, PD banget berangkat ngampus!"
"Gak tau malu sih!"
"Gak cantik juga sok jadi playgirl,"
"Risih banget gue anjing!" kesal Ula, "mulut lu semua pengen gue tampar satu-satu apa hah?"
"Dih maba aja songong, kayak cantik aja lu!"
"Gue emang cantik. Kenapa? Modal jadi kakak tingkat doang aja belagu!" balas Ula.
Mikha yang panik. Ia sudah menduga Haneula tak akan bisa menahan emosinya bila datang ke kantin, dan benar temannya itu beradu mulut dengan para tukang nyinyir yang merupakan kakak tingkat mereka. Ula tuh minim kesabarannya.
"Cantik tapi sana sini mau juga percuma aja,"
"Itu lu apa gue heh?!" emosi beneran si Ula.
"Sini loh!!"
"Udah cukup, La!" cegah Mikha.
Namun bukannya berhenti malah keadaan semakin rusuh. Mereka cuma berdua itu melawan segerombolan kakak tingkat yang mengerumuni mereka. Dan sialnya Ula semakin hilang kendali. Jiwa tukang labraknya Mikha gak ada apa-apanya dibanding Ula.