Chapter 32

2.3K 288 5
                                    

Selamat Membaca..!!!





















Kini rumah tangga mereka kembali seperti pengantin baru setelah 6 bulan berlalu, mereka yang bercinta setiap malam tanpa kenal lelah. Jennie yang tak terlalu menuntut untuk segera hamil. Dia akan selalu mengingat kata-kata Lisa. Sabar, mungkin belum di kasih kepercayaan.. Dan yang paling penting Juga kini kerja sama dengan kai pun tidak akan ada lagi. Demi rumah tangga yang harmonis tanpa usikan orang asing lagi. Terutama harus saling percaya itu yang paling utama. Dan juga bekerja keras sebagai tambahan tujuan mereka saat ini.

Kini rosé sedang menunggu jennie untuk datang ke butik mereka, untuk melihat desain yang siap di produksi oleh pabrik mereka sendiri. Semakin ke sini semakin banyak penghasilan mereka dari desain yang mereka buat. Tak jarang Jennie pun juga ikut memberikan masukan ketika melihat desain orang kepercayaan nya. Menambah agar terlihat lebih indah dan elegan.

"Lama banget ratu Jennie, janjian jam 9, ini udah jam 10 belum dateng juga.." gerutu rosé duduk dengan makanan di depannya yang hampir habis. Karena lama menunggu membuat mulutnya tak berhenti untuk mengunyah

"Nay, pesan makanan lagi dong, masih laper, lagian punya ratu kok lelet banget kayak siput.." gerutunya lagi kepada wanita di depannya.

"Kau tau lah, kalau pagi tuh hasrat membuncah ingin di sentuh dan di gauli. Rasanya sangat enak tau. Makanya cepetan nikah, betah amat melajang.. nanti expired loh baru rasa.."

"Eh, enak aja expired, gini-gini juga aku subur yah, lah kamu, udah nikah setahun belum juga punya anak. Aku nanti kalau udah nikah, sebulan kemudian aku langsung hamil.." protes rosé menatap nayeon dengan malas.

"Tapi jenn-"

"Gak usah samain orang, setiap orang tuh beda, dan lagi kalau gak tau apa-apa gak usah bawa-bawa namanya nay, kalau Jennie denger habis kamu nih, dia paling sensitif soal yang seperti itu..." Potong rosé memanggil pelayan dan kembali memesan beberapa cemilan.

"Lah, gak nyamain kok, buktinya aku juga masih sabar nunggu hamil.."

"Diem deh, Jennie udah nyampe tuh.." rose menunjuk Jennie dengan dagunya. Terlihat Jennie melambai pada mereka.

"Sorry, telat, biasa Lisa minta jatah pagi-pagi.." Jennie duduk di kursi kosong. Sementara rosé memutar bola matanya malas.

Ting

JISOONIE :
"Besok jadi berangkat gak??"

"Besok jadi kan kita liburan Jen,?? Jisoo unnie ngechat nih, nanyain.." rosé berkutat dengan ponselnya menatap Jennie meminta jawaban dari pertanyaan jisoo.

"Jadi, kita akan berangkat pagi.." ucap Jennie dengan segera rosé membalas pesan jisoo

ROSÉ :
Jadi unnie

JISOONIE :
Jam berapa??

ROSÉ :
Pagi Unnie

JISOONIE :
Pagi juga rosé

ROSÉ :
Gak gitu anj

JISOONIE
🤣🤣🤣

*Read

Rosé menggerutu dan meletakkan ponselnya dengan gerutuan yang tidak berhenti dari mulutnya. Terkadang dia sampai kesal menusuk makanannya dan di di masukkan kedalam mulut.

The Girl, I Want Her (Jenlisa)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang