Tak terasa hubungan Melody dan Sagara kian meningkat. Melody sudah tidak canggung lagi dengan Sagara. Dia sudah mulai terbiasa dengan adanya Gara yang masuk ke hidupnya. Sagara pun juga tidak main-main dengan Melody, ia membuktikan omongannya.
"Dek nanti pulang sekolah kita ketemu bunda dulu yaa." Ujar Sagara. Melody yang sedang memakan es krim nya langsung menatap wajah lawan jenisnya dengan mata melotot. Mereka sekarang sedang berada di ruang OSIS. Gara tidak mau ambil resiko jika dia mengumbar kemesraan di tempat umum karena menurutnya keselamatan Melody sangat penting baginya. Apalagi mengingat perlakuan buruk keluarga Melody.
"Kak malu, Melody belum siap." Rengek Melody dengan cepat.
"Kenapa malu? Bunda pasti senang."
"Melody belum siap, Melody bingung nanti bagaimana."
"Ya enggak gimana-gimana. Biasa aja."
"Hihh kak." Jurus puppy eyes Melody di keluarkan. Tapi kali ini tidak mempan buat Sagara.
"Pokoknya nanti habis sekolah kita ke rumah enggak ada penolakan!" Titah Gara tidak terbantahkan. Dengan pasrah Melody hanya menekuk wajahnya. Bukannya Melody menolak tapi dia belum siap ketemu orang tua laki-laki didepannya ini. Karena ia rasa belum saatnya saja hubungannya sampai sedalam ini.
"Iya." Pasrah Melody. Dengan senang Gara mengacak-ngacak rambut Melody.
"Pintar."
"Tapi kak.."
"Enggak ada tapi-tapian." Final Sagara.
"Kalau keluarga kakak enggak bisa menerima Melody bagaimana? " Takut Melody.
"Tidak mungkin." Tegas Sagara. Melody menatap wajah Sagara menyisaratkan bahwa dia ada rasa cemas. Dibalasnya senyum tulus oleh Gara.
"Percaya, semua akan baik-baik saja nanti." Ucap Sagara sambil mengelus pipi Melody.
Brakk
Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan tubuh Nayla dengan wajah ketakutan.
"Melody, kak Gara." Panggil Nayla sedikit keras.
"Bantu Nayla ya!" Lanjut Nayla dengan nafas tersengal-sengal. Melody bingung maksud sahabatnya ini. Nayla menghampiri Melody dan duduk disampingnya.
Tak berapa lama muncul Rafa dengan wajah dinginnya. Rafa nyelonong masuk kemudian duduk di depan Nayla pas bersampingan dengan Sagara.
"Ngapain Lo ikutin gue?" Kesel Nayla.
"Salah?" Ucap Rafa dingin.
"Pakai nanya." Sewot Nayla. Rafa melirik Melody dan Gara saja tanpa menyapanya. Saat kejadian itu hubungan Gara dan Rafa sedikit renggang.
"Pulang sekolah gue tunggu seperti biasa." Ucap Rafa dingin kemudian beranjak dari tempat duduknya.
"Enggak bisa." Ucap Nayla cepat. Rafa menyipitkan matanya.
"Pulang sekolah gu-gue mau pergi ke mall sama Melody." Ucap Nayla cepat. Nayla menyenggol lengan Melody menyisaratkan bahwa Nayla butuh bantuan Melody.
"Bisa gue antar tidak perlu sama dia." Ujar Rafa sedikit keras.
"Ohh Lo selain kasar juga pemaksa sama cewek bro." Ejek Gara. Seketika semua orang menatap wajah Gara.
"Maksud Lo apa?" Ucap Rafa tidak terima.
"Lo enggak dengar kata Nayla? Dia bilang tidak mau ya tidak mau." Kata Sagara.
"Bukan urusan Lo."
"Jelas urusan gue, karena mereka entar gue yang antar." Enteng Sagara.

KAMU SEDANG MEMBACA
MELODY RAIN
Teen FictionGadis dengan sejuta misteri. Gadis penyuka hujan. Menurutnya hujan adalah teman paling setia. Hujan akan menutupi semua kesedihan yang gadis itu rasakan. Keluarga yang harusnya menjadi tempat berkeluh kesah paling nyaman. Rumah yang harusnya menjadi...