chapter 3

436 36 8
                                    

Sekarang jam waktunya istirahat. Seperti biasanya Melody akan menuju ke tempat favoritnya. Tapi langkahnya dicekal oleh Nayla.

"Melody kantin yuk" ajak Nayla. Melody memandangi wajah Nayla sebentar.

"Melody mau ke perpustakaan saja Nay, lo kalau mau ke kantin, ke kantin saja" ucap Melody.

"Ayolahh lo belum pernah lohh menginjakkan kaki lo ke kantin, gue traktir dehh"

"Ada buku yang belum aku selesaikan Nay"

"Ya sudah Lo baca dikantin aja, pokonya lo harus temenin gue ke kantin" putus Nayla sambil menarik tangan Melody menuju kantin. Dengan pasrah Melody mengikuti kemauan temannya ini.

Sesampainya di kantin banyak yang menatap wajah Melody dengan kagum, terutama para lelaki. Kecantikan Melody membuat hati para siswa disana berbunga-bunga.

Apa dia anak baru

Gila cantik banget

Kok gue jarang lihat yaa

Neng boleh minta nomer WhatsApp enggak?

Dan masih banyak lagi, tapi tak sedikit juga yang menghujat Melody terutama kaum hawa. Melihat itu membuat mood Aria hancur.

"Lo kenapa sihh?" Tanya Rara teman Aira.

"Gue kesal, awas yaa gue enggak akan biarin dia hidup tenang" gerutu Aria.

"Lo kenal sama cewek itu?" Tanya Devi.

"Kenal banget, kalian mau kan bantuin gue"

"Memang apa?" Tanya Rara.

"Nanti gue kasih tahu, sekarang cabut dulu" ucap Aria kemudian pergi meninggalkan kantin di ikuti oleh dua tamannya.

Gara dibuat heran kerena saat datangnya Melody pandangan Rafa tertuju pada Melody. Lebih tepatnya menatap dengan dingin.

"Bro Lo kenal sama tuh cewek?" Tanya Gara. Rafa masih tidak merespon ucapan Gara pandangan masih tertuju ke arah Melody.

"Rafa" tekan Gara.

"Enggak" ucap Rafa dingin.

"Ohh gue kira Lo kenal"

"Kenapa?"

"Dia menarik" ucap Rafa dengan senyum miringnya.

"Lo kenal sama wanita itu?" Tanya Rafa mulai serius.

"Kenal, Arvella Melody, gadis yang sudah memenuhi pikiran gue akhir-akhir ini"

"Gue enggak salah dengar kan?" Tanya Ciko dengan syok.

"Iya gue juga, gue kira Gara gay" enteng Bisma.

"Hahaha benar itu" ujar Ciko. Gara hanya mengacuhkan dua sahabatnya itu.

"Gue tegasin ke Lo tinggalkan cewek itu sekarang" ucap Rafa dingin.

"Maksudnya apa?" Tanya Gara dingin. Tanpa menjawab pertanyaan dari Gara Rafa langsung beranjak dari tempat duduknya dengan kasar sampai suara decitan kursi terdengar keras. Melody yang sedang membaca buku langsung menoleh ke arah suara. Pandangannya bertemu dengan kakaknya yang sedang menatapnya dengan dingin. Melody yang merasa ditatap seperti itu sontak langsung kembali fokus ke bukunya lagi walaupun sebenarnya ia tidak bisa fokus kembali.

Kemudian Rafa pergi meninggalkan kantin dengan emosi. Ciko, Bisma, dan Gara heran dengan tingkah Rafa barusan.

"Kenapa tuh anak?" Tanya Ciko.

"PMS kali" ucap Bisma acuh. Lain dengan Gara pikirannya masih sibuk dengan perkataan Rafa tadi.

'Ada hubungan apa Rafa sama Melody' batin Gara.

MELODY RAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang