Bisma menunggu di depan pintu toilet tempat Melody berganti pakaian sambil memainkan hpnya. Tak berapa lama Melody keluar dari toilet dengan penampilan yang sudah bersih. Bisma mendongak ke depan lalu tersenyum menatap Melody.
"Sudah?" Tanya Bisma. Melody hanya mengangguk saja sambil tersenyum tipis.
"Oke, gue antar di depan kelas." Ujar Bisma. Melody langsung menggeleng keras. Dia tidak mau nanti kalau Sagara melihatnya diantar Bisma akan berujung salah paham.
"Melody sendiri saja kak, terima kasih sudah menolong Melody." Ucap Melody lembut. Bisma menghela nafas sambil menganggukkan kepalanya. Dengan segera Melody pergi menuju kelasnya.
Di lorong kelas tak sengaja Melody berpapasan dengan Sagara. Melody tersenyum kemudian menghampiri Sagara yang berdiri tak jauh darinya.
"Kak Gara." Panggil Melody dengan senyuman manisnya. Berbeda dengan Melody, Sagara menampilkan wajah dinginnya.
"Dari mana?" Ucap Sagara dingin. Melody menatap wajah Sagara dengan sedikit takut.
"Emm Me-Melody habis dari toilet." Jawab Melody dengan takut. Jujur, Melody tidak suka laki-laki didepannya menatap seperti itu.
"Toilet? Atau selingkuh dengan sahabat gue sendiri?" Tekan Sagara sambil menekan kata sahabat. Merasa tidak benar Melody langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Melody sedikit syok saat Sagara mengunakan kata gue di percakapan mereka. Belum sempat Melody menjawab tiba-tiba Rafa datang menghampiri mereka.
"Pulang sekolah tunggu di parkiran." Tegas Sagara kemudian meninggalkan Melody dan Rafa.
"Ada masalah?" Tanya Rafa. Melody hanya menggeleng pelan saja. Rafa mengacuhkan bahunya kemudian pergi meninggalkan Melody sendiri. Melody menghela nafas kasar kemudian pergi menuju kelasnya.
———-
Sekarang Melody dan Sagara sedang berada di apartemen. Sedari tadi mereka sama-sama tidak mengeluarkan suara. Melody hanya menunduk sambil memainkan kukunya berbeda dengan Sagara yang menatap gadis di depannya dengan mata yang tajam.
Merasa kurang nyaman Melody mendongak kedepan dan tatapan mereka bertemu. Melody menatap Sagara dengan sayu berbeda dengan Sagara yang menatapnya dengan dingin.
"Jelasin sekarang?" Ucap Sagara. Melody memegang tangan Sagara kemudian mengangguk dengan patuh.
"Tadi pagi ada insiden kecil, emm baju Melody kotor terus kak Bisma nolong Melody." Ujar Melody. Jujur Melody tidak mau mebahas kejadian tadi pagi. Dia tidak mau memperpanjang masalah.
"Sesingkat itu." Sentak Sagara. Melody mengelus punggung tangan Sagara tapi langsung ditepis oleh Sagara membuat Melody kaget.
"Hahaha, emang tidak ada niatan untuk terbuka dari awal." Tawa Sagara. Melody masih menatap Sagara.
"Kak, tadi bukan masalah serius. Tadi hanya insiden kecil saja." Terang Melody.
"Insiden kecil?" Remeh Sagara. Melody langsung mengangguk dengan cepat. Sagara mengelus rahang Melody dengan wajah menahan emosinya.
"Pulanglah, renungkan apa kesalahanmu!" Ucap Sagara sambil berdiri kemudian pergi meningalkan Melody.
"Kak... kak..." Panggil Melody. Sangara engan untuk merespon Melody dan lebih memilih masuk kamar. Melody mengejar Sagara sampai di depan pintu kamar. Melody mengetuk-ngetuk pintu Sagara.
"Kak, please bukain pintunya. Melody minta maaf." Pinta Melody.
"Kak, ini tidak sepeti yang kak Gara pikirkan. Melody mohon buka pintunya." Ucap Melody mulai melemah. Disituasi seperti ini Melody sangat bingung.
KAMU SEDANG MEMBACA
MELODY RAIN
Novela JuvenilGadis dengan sejuta misteri. Gadis penyuka hujan. Menurutnya hujan adalah teman paling setia. Hujan akan menutupi semua kesedihan yang gadis itu rasakan. Keluarga yang harusnya menjadi tempat berkeluh kesah paling nyaman. Rumah yang harusnya menjadi...
