chapter 5

383 45 9
                                    

Gara menatap wajah Melody dengan tatapan yang sulit diartikan. Banyak pertanyaan yang menghantuinya. Siapa gadis ini sebenarnya? Dari mana luka-luka ini didapatkan? Gara semakin yakin saat dokter berkata bahwa luka ini hasil dari cambukan dan dokter bilang bukan hanya sekali gadis ini mendapatkan luka seperti ini dilihat dari bekas luka goresan panjang yang masih sedikit membekas.

Entah kenapa Gara peduli dengan gadis didepannya. Gara tipikal anti dengan namanya cewek. Tapi seakan gadis ini seperti magnet untuknya. Semoga Tuhan menghadirkan Gara untuk melindunginya.

Gara menggenggam tangan Melody dan mengelusnya dengan perlahan. Menatap wajah pucat Melody. Gara menatap gerak-gerik Melody saat baru sadar dari pingsannya. Gara melihat Melody mengerang kesakitan sambil memegang kepalanya.

"Ehh... Ahh..." Erang Melody sambil membuka matanya perlahan. Pertama yang dilihat adalah ruangan dengan nuansa putih, berbau obat-obatan yang menyengat di indra penciumannya. Melody belum menyadari kehadiran Gara yang ada di sampingnya.

"Are you oke?" ucap Gara sedikit kuatir. Sontak Melody menatap ke arah suara. Dengan sepontan Melody melepas tangan yang digenggam oleh Gara.

"Kenapa ka-kakak bisa disini?" Tanya Melody gugup.

"Tadi lo pingsan makanya gue bawa ke sini"

"Emm.. Melody harus kembali ke sekolah" ucap Melody terburu-buru sambil berusaha untuk bangun dari tidurnya. Gara langsung mencegah Melody.

"Lo belum sepenuhnya sembuh"

"Gue sudah baikan"

"Baikan apa? Lihat tubuh Lo penuh dengan luka-luka" sentak Gara. Melody sontak menghentikan gerakannya dan menatap Gara sendu.

"Melody enggak kenapa-kenapa, Melody harus balik ke sekolah sebelum Kak Rafa..." Melody langsung memejamkan matanya sebentar hampir saja dia keceplosan.

"Rafa kenapa?" Selidik Gara.

"Emm kakak salah dengar mungkin?"

"Pendengaran gue masih normal, apa hubungan Lo sama Rafa?" Tekan Gara. Melody langsung menggeleng keras.

"Enggak ada apa-apa kok kak" gugup Melody.

"Kalau enggak ada apa-apa enggak masalah dong gue kabarin Rafa kalau Lo disini" enteng Gara. Wajah Melody langsung pucat karena ketakutan ia menggeleng keras.

"Jangan kak Melody mohon" lirih Melody dengan air mata yang mengalir deras.

"Kenapa Lo takut?" Selidik Gara. Melody hanya menggelengkan kepalanya. Gara diam menatap wajah Melody dengan intens. Dengan begini Gara tambah penasaran tentang hidup gadis didepannya ini yang penuh misteri.

"Oke, tapi Lo harus jujur. Kenapa banyak luka di tubuh Lo?" Tanya Gara. Tubuh Melody langsung menegang keras. Pertanyaan yang sedari ia hindari akhirnya keluar juga.

"Hemm luka?"

"Siapa yang melakukan itu ditubuh Lo, itu bekas cambukan kan?"

"Bu-bukan kak" gugup Melody. Gara langsung mengerutkan keningnya menunggu jawaban yang pasti dari Melody.

"Itu Melody alergi iya alergi"

"Alergi?"

"Iya Melody alergi udang terus timbul kemerahan dan gatal-gatal langsung Melody garuk makannya kaya gini" bohong Melody.

"Kenapa bisa seluruh tubuh?" Melody langsung memeluk tubuhnya sendiri. Apa Gara melihat seluruh tubuh Melody sampai ke dalam-dalamnya?.

"Bukan gue yang lihat" dingin Gara.

MELODY RAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang