Happy reading!
Jangan lupa klik bintang yaa🧡
🌷🌷🌷🌷
Satu tahun kemudian
Naya tengah merias wajahnya dengan make up yang terbilang cukup tipis.
"Sayang udah kelar belum?" tanya Arzan sembari menggendong Khayri yang sudah rapi dengan setelan kemeja yang membalut tubuh nya.
"Sebentar lagi Mas."
Arzan berjalan menghampiri Naya yang tengah duduk di depan meja rias.
"Selesai."
"Gimana penampilan aku? Ada yang kurang gak? Cantik gak?" tanya Naya menatap Arzan melalui pantulan cermin.
Salah satu tangan Arzan memegang bahu Naya, "udah cantik pake banget malah."
Naya tersenyum, lantas berdiri, "ayo Mas. Oh iya, Khayri biar sama aku aja."
"No, no no. Khayri biar aku gendong aja."
"Yaudah."
Arzan berjalan beriringan dengan Naya dengan satu tangan yang merangkul pinggang Naya mesra.
•
•
•
Arzan dan Naya memasuki gedung acara, disana terlihat pasangan pengantin yang tengah melakukan sesi foto dengan para tamu.
Ya, saat ini mereka tengah menghadiri resepsi pernikahan Raina dan David. Setelah sekian lama keduanya berpacaran, kini keduanya melanjutkan ke jenjang yang lebih serius yakni pernikahan.
"Halo, Khayri ponakan aunty." sapa Raina saat melihat kedatangan Khayri.
Seakan mengerti, Khayri menjawab sapaan Raina dengan melambaikan tangan dan tersenyum.
"Selamat ya Rain, sahabat satu-satunya gue nikah juga. Semoga pernikahan lo menjadi pernikahan yang sakinah mawadah dan warahmah," ujar Naya sembari bersalaman dengan Raina.
"Aamiin, makasih Nay." Jawab Raina.
"Selamat Dav, semoga pernikahan lo menjadi pernikahan yang sakina mawadah warahmah ya. Gue bener-bener gak nyangka ternyata jodoh lo sahabat istri gue."
"Hahaha apalagi gue, Zan."
"Namanya juga jodoh gak akan kemana ya ga," ujar Arzan sembari bersalaman dengan David.
Selesai menghampiri pengantin dan melakukan sesi foto bersama, Arzan dan Naya turun dari panggung dan duduk di kursi yang telah disediakan.
Arzan dan Naya tengah menikmati sajian makanan yang tersedia.
"Sayang, aku kesana dulu ya sebentar."
Naya mengangguk.
Arzan menghampiri beberapa kolega bisnisnya yang diundang untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Raina dan David.
"Sayang Khayri kayaknya ngantuk ya?" tanya Arzan saat melihat anaknya yang membenamkan wajahnya pada dada Naya.
Naya menatap Khayri, "kayaknya sih iya Mas."
"Udah kelar?" tanya Naya melihat Arzan yang sudah kembali duduk.
"Udah. Mau pulang?"
"Iya, Khayri juga udah tidur. Kasian juga kalau tidurnya sambil duduk. Takut pegel"
Arzan mengangguk dan mengambil alih Khayri dari gendongan Naya.
Keduanya berjalan beriringan dengan sebelah tangan Arzan merangkul pinggang Naya.
"Naya." sapa seseorang membuat langkah Naya terhenti.
Naya menoleh, "Hai Raka, gimana kabarnya lama gak ketemu."
Raka tersenyum, "baik, lo sendiri gimana kabarnya?"
"Alhamdulillah baik."
"Ekhem."
Naya menatap wajah Arzan, "Oh iya kenalin ini suami gue. Mas, ini Raka teman SMA aku."
Arzan mengulurkan tangannya dengan wajah datar, "Raka."
"Oh, iya kalau gitu gue kesana dulu ya Nay, Zan. Sampai ketemu lagi."
Naya mengangguk.
"Simpiy kirimi ligi."
Naya mencubit pelan lengan Arzan, "Mas."
"Ayo pulang."
•
•
•
Malam harinya
Selesai menidurkan Khayri dan meletakkannya kedalam box bayi, Naya berjalan menuju balkon kamarnya. Ia memandangi langit malam yang bertabur bintang.
Naya tersenyum menatap kelap-kelip bintang tersebut.
Sebuah tangan melingkari perutnya, Naya tersenyum mengetahui siapa pemilik tangan tersebut.
"Belum tidur?"
"Belum. Kamu kenapa bangun?"
"Gak ada kamu."
Naya terkekeh mendengar jawaban Arzan.
Keduanya larut menikmati keindahan malam.
"Sayang." Arzan membalikkan tubuh Naya dan menggenggam kedua tangannya.
"Iya?"
"Terima kasih."
"Untuk?"
"Untuk semuanya dan makasih kamu dulu udah mau nerima aku kembali."
Naya tersenyum menatap manik mata Arzan.
Arzan mengecup tangan Naya. "Enggak salah dulu Mamah jodohin aku sama kamu."
Arzan berbisik pelan ditelinga Naya, "I love you."
Kedua pipi Naya bersemu merah, "Love you too."
"Mulai sekarang, kita besarkan Khayri sama-sama ya sayang. Apapun yang terjadi, janji sama aku untuk saling ada satu sama lain."
Naya mengangguk, "Janji."
Keduanya berpelukan, seakan mencurahkan isi hati masing-masing melalui sebuah pelukan.
🌷🌷🌷🌷
KAMU SEDANG MEMBACA
ARZAYA [END]
RomanceMenceritakan dua orang sahabat lama, yang dipersatukan kembali dalam ikatan pernikahan. Namun, pernikahan mereka tak berjalan mulus. Salah satu diantaranya harus berjuang untuk mempertahankan pernikahannya. ...
![ARZAYA [END]](https://img.wattpad.com/cover/307741970-64-k135680.jpg)