PENDUDUK YANG SELAMAT

962 121 2
                                        



Mereka berdua berjalan menyusuri desa itu, melihat situasinya yang jauh berbeda dari dulu yang pernah mereka lihat.

"Kejam sekali, tidak ada yang tersisa." Jungwon sedih melihat desa ini semakin mengingatkannya dengan tempat tinggalnya. "Heranku kenapa tidak ada sisa atau jejak korban yang tertinggal?"

"Mungkin saja mereka ditawan pasukan Vampir atau mereka selamat dengan bersembunyi di suatu tempat."

"Semoga saja mereka selamat." Doa Jungwon.

Hari menjelang sore, "Jay bisakah kita istirahat, aku lelah ." Pinta Jungwon.

"Kita bisa istirahat di sana." Tunjuk Riki ke sebuah reruntuhan bangunan yang kelihatan cukup kuat untuk berlindung. Jay mengangguk dan menurunkan Jungwon disana.

Sebenarnya vampire tidak cepat lelah, vampir juga tidak tidur, apalagi beristirahat. Karena mereka membawa seorang manusia, mau tidak mau mereka juga harus membiasakan diri mereka dengan kebiasaan Jungwon.

Jungwon hanya berdiam diri, menyandarkan tubuhnya pada tembok reruntuhan, jujur saja ia merasa lapar. Hari ini dia belum makan sama sekali. Rasanya Jungwon sedikit enggan meminta Jay ataupun Riki berhenti sebentar untuk mencari makanan dalam pelarian mereka tadi karena Jungwon merasa sangat merepotkan mereka.

Melihat Jungwon yang lesu, Riki melemparkan sebuah apel pada Jungwon, Jungwon langsung berbinar mendapatkan makanan.

"Makanlah, aku tahu kau belum makan dari pagi." Ucap Riki.

Jungwon memakannya begitu lahap, "Terima kasih Riki."

Selagi Jungwon mengistirahatkan tubuhnya, Jay dan Riki masih berkeliling mencari sesuatu, barangkali ada petunjuk yang tersisa.

"Jangan pergi kemanapun sampai kami Kembali." Perintah Riki sebelum ia dan Jay meninggalkan Jungwon. Jungwon hanya mengangguk patuh. Jungwon rasa Riki sedikit berubah, meskipun sedikit ketus tapi Riki mulai memperhatikannya membuat hati Jungwon menghangat. Jungwon yakin bisa semakin dekat dengan Riki.

Lama menunggu tapi Riki dan Jay belum juga kembali, hari masih sore Jungwon terlalu bosan berdiam diri sendiri. Andai saja ia memiliki tongkat ia bisa berjalan-jalan di sekitar sini tanpa perlu susah payah merangkak.

"Ada seseorang."

Lamunan Jungwon buyar oleh kedatangan dua orang pemuda yang tidak dikenali Jungwon.

"Kai lihat, masih ada yang ketinggalan." Salah seorang pemuda berbicara pada temannya dan menunjuk Jungwon yang bersandar didinding.

Kedua pemuda itu langsung menghampiri Jungwon.

"Apa kau terluka?" tanya pemuda yang dipanggil Kai tadi.

Jungwon menggeleng. "Tidak, aku baik."

"Kau memang baik-baik saja, tapi kenapa kakimu bengkok seperti itu?" tutur seorang pemuda menunjuk kaki cacat Jungwon. Jungwon hanya diam saja.

"Beomgyu kau tidak boleh berbicara seperti itu, tidak sopan." Ucap Kai menegur temannya.

"Apa kalian salah satu penduduk yang tinggal didesa ini?" Jungwon bertanya memastikan dugaannya.

"Tentu saja, eh..apa kau bukan korban?, lalu kenapa kau ada disini?" Beomgyu menyahut.

Jungwon mengangguk, "Aku kebetulan lewat sini bersama teman-temanku, karena hari menjelang malam kami putuskan untuk beristirahat disini."

"Lalu dimana teman-temanmu?"

"Mereka sedang keluar seben.." Ucapan Jungwon terpotong karena melihat kedatangan Jay dan juga Riki.

Melihat penampilan Jay dan Riki sontak Kai bersiaga, menyuruh Beomgyu untuk berlindung dibelakangnya.

"Vampir sialan kalian masih ada disini." Kai tidak suka terhadap semua vampir karena telah melukai keluarganya dan penduduk desa yang lain.

"Ternyata kalian selamat." Ucap Riki. "Tidak ku sangka Jungwon, kami mencari keberadaan mereka diluar, tapi kau yang lebih dulu menemukannya."

"Aku tidak menemukan mereka, mereka yang menemukanku Riki."

Kai masih bersigap, mewanti wanti jika kedua vampir didepannya ini bisa saja menyerang mereka. "Kau bersekongkol dengan vampir?" Tanya Kai pada Jungwon.

"Hey mereka itu temanku, mereka vampir yang baik, bukan vampir jahat."

"Kami mencari kalian untuk menanyakan sesuatu." Kali ini Jay berbicara.

Mendengar suara yang tidak asing, Beomgyu berbinar, keluar dari balik punggung Kai. "Tuan Jay apakah itu kamu?"









VOTE DAN KOMEN YA

FATE THREADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang