(3) Marah

1.9K 158 3
                                        

_________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_________

Arunika duduk diatas tikar yang ia bentangi diatas tanah, Ia menatap langit yang perlahan-lahan berwarna jingga.

"Awan nya bagus ya, Kak?"

Gadis itu menoleh ketika mendapati Umi nya yang tengah tersenyum manis pada Arunika. "Iya, Umi. Kayak senyuman umi," Arunika menekan pelan sudut bibir umi nya yang tengah tersenyum.

Umi Rashida mengusap kepala Arunika dan turut duduk disamping putri sulungnya itu.

"Kakak seneng gak?" Tanya Umi.

"Seneng banget, Apalagi perginya sama Abi, Umi, Tara, Bunda Farah dan Ayah Fathan." Ucap Arunika.

"Lho, Taksa nya mana?" Tanya Umi dengan raut wajah kecewa.

"Gak ah, Aku gak seneng kalo ada Taksa, Jahil mulu dari tadi!" Cetus Arunika.

Umi tertawa kecil. "Nanti kalo dia gak ikut kamu sedih, Gak ada temennya..." goda Umi.

"Ah apa sih, Umi. Gak sedih kok," sangkal Arunika.

"Hmm, Masa? Pas kita Tour ke jawa sama orang tua nya Taksa, Tapi taksa gak ikut. Kamu sedih tuh sepanjang kita tour ke jawa. Jujur aja sih, kak.."

Arunika menggeleng dengan senyumannya. "Mana ada umi, Itu aku lagi gak mood aja,"

"Ngebantah mulu ih, Padahal kenyataannya lho itu,"

"Ih umi mah, Mending Umi sama abi aja, Dari pada godain Arun."

Umi Rashida tertawa gemas. "Yaudah, Kalau gitu umi ke tempat abi ya? Kamu hati-hati disini."

"Iya, Umi."

Umi Rashida beranjak dari sana meninggalkan Arunika yang kembali menikmati senja. Sudah lama rasanya Arunika tidak merasakan kembali kenyamanan dan keindahan yang diberikan oleh Senja.

Tuk

"Awwssh..." ringis Arunika ketika merasakan ada benda keras namun berukuran kecil yang menghantam kepalanya.

Ia menoleh kesana kemari mencari orang yang melempar benda itu. Namun, Ia tidak mendapati siapapun.

Arunika menghela napas. "Gak ada tenangnya aku kalo ada kamu, Sa!" Ketus Arunika.

Taksa keluar dari persembunyiannya, Melangkah pelan kearah Arunika, Saat sudah tepat dibelakang gadis itu, Niatnya ingin mengejutkan namun dirinya yang malah terkejut ketika Arunika melemparnya dengan seekor belalang.

SANIKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang