(26) Hadist tentang Hijab

1.1K 107 18
                                        

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading

Kayaknya author bikin kalian ovt ya? Maaf ya, kalo bikin kalian ovt...

Kedepannya, Author bakal lebih bikin kalian tambah ovt lagi👁👄👁

-•••-

Taksa tersenyum kala ia sedang sibuk-sibuknya bekerja, Tak sengaja matanya melirik Arunika yang sedang membantunya melayani para pembeli.

"Diliatin mulu, Suka ya Mas?" Celetuk salah satu pembeli yang sedang Taksa layani.

Taksa tersenyum simpul. "Iya, Pak. Soalnya istri saya sendiri." Balas Taksa.

Dilihatnya pria itu terkejut dan saling tatap dengan temannya. Lalu kembali menatap Taksa.

"O-owalah, Istrinya toh. Pantesan diliatin mulu." Ucap Pria itu sambil terkekeh bersama temannya.

Taksa ikut tertawa kecil, Lalu pamit untuk pergi, Karna restoran malam ini sangat ramai, Membuat Taksa sejak tadi selalu sibuk, Begitu pun Arunika.

Langkah Taksa berhenti ketika melihat Istrinya seperti diganggu oleh sekumpulan laki-laki yang sial nya adalah pembeli yang dilayani istrinya itu.

Taksa mengeram kesal ketika melihat salah satu laki-laki berusaha menyentuh istrinya.

"Sialan, Dia mau mati kah?" Gumam Taksa geram.

Ia segera menghampiri Arunika, Lalu menarik istrinya itu kebelakang tubuhnya, Menatap tajam pada laki-laki yang sejak tadi berusaha menyentuh istrinya.

"Maksud lo apa nyentuh-nyentuh dia?" Tanya Taksa begitu dingin dengan tatapan Tajam.

"Hey, Bro. Santay dong, Woles, Lo siapa sih? Tiba-tiba dateng dan kayak gak terima cewe itu kita deketin."

"Gue suaminya!"

"Oh ya? Waw! Ternyata laku juga lo, Run."

Arunika mendengus mendengar hal itu.

"Maksud lo apa?!" Taksa yang tidak terima istrinya seperti diremehkan, Ia menarik kerah baju laki-laki yang tadi berucap hal itu.

"Mas!" Pekik Arunika panik.

"Weits! Selow, Man. Gue cuma bercanda, Cug."

Arunika meraih tangan Taksa yang mencengkram kerah baju laki-laki asing itu. Tiga laki-laki lain hanya duduk menontoni sambil tertawa kecil.

SANIKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang