Sekarang jaemin sudah ada berada dirumah sakit yang lumayan agak Deket dari sekolah nya.
Semenjak kejadian itu, jaemin harus menjaga jisung dari Deket, dia akan mencari pelaku yang sudah membully dan mengunci adiknya digudang
Apalagi keadaan jisung yang ia temukan sudah keadaan banyak luka lebam dan bajunya lusuh dan itu tidak bisa ditoleransi lagi menurutnya. Ia akan membalas dengan setimpal
Sekarang jaemin sedang duduk disampingnya Bankar jisung, Ji-Sung belum sadar dari kemarin. Jaemin terus mengepalkan kedua tangannya lalu menaruh ke dahi nya, ia terus mengucapkan semoga Ji-Sung sadar dihatinya berkali-kali ia ucapkan.
CEKLEK
Jaemin melihat kearah pintu yang terbuka, ternyata yang masuk sang dokter yang memeriksa keadaannya jisung dan dibelakangnya suster. Sang dokter itu pun menghampiri Bankar jisung lalu ia memeriksa keadaannya jisung
"gimana dok keadaannya adik saya?"
Sang dokter pun menghela nafas panjang. "jisung? Apa penyakit mu parah nak? Kasian sekali kau, aku ingin kasih tahu ke jaemin namun Ji-Sung tak mau membagi tahu ke semua orang" batin sang dokter tsb. "dia kelelahan dan ditambah lagi penyakit mental nya semakin memburuk, kalau sudah sembuh total segeralah buat terapi ke psikiater" ucap dengan nada lembut sang dokter bersuara. Jaemin termenung sejenak
"baiklah dok, terimakasih" sahut jaemin dan tersenyum simpul, sang dokter pun pergi meninggalkan ruangan tersebut, lalu arah pandangan nya kembali kearah Ji-Sung yang masih setia memejamkan matanya. Sungguh kakak brengsek, buat apa menjadi seorang kakak tapi tak bisa menjaga sang adek
"maafkan Hyung jisung-ah" ucap nya dengan nada lirih.
-
-
"jeno dimana jaemin?" Jeno pun langsung terdiam. Dia harus mencari cara agar ayahnya tak memerahi jaemin. Yah Jeno tahu kalau jaemin sedang berada dirumah sakit bersama jisung
Jadi ia harus membantu mereka berdua agar terhindar dari aungman ayahnya. Chanyeol yang melihat Jeno hanya terdiam tanpa menjawab pun bersuara kembali
"jeno!"
"jaemin sedang dirumah temannya, katanya dia mau menginap disana" ucap Jeno yang agak sedikit spontan. Jeno harus menampilkan wajah yang normal dan tidak gugup agar sang ayah percaya dengan ucapannya itu
"baiklah, Jeno jaga rumah ayah akan ke Australia selama 3 hari disana, kalau ayah pulang jaemin belum pulang juga ayah akan menghajar jaemin" Jeno menganggukan kepalanya sambil tersenyum terpaksa
"ayah pergi dulu" Jeno yang melihat Chanyeol sudah pergi keluar baru dirinya menghela nafas lega. Ia harus ke rumah sakit sekarang untuk memberi tahu kepada jaemin. Kalau ga jaemin dalam bahaya apalagi jisung
Apakah Jeno sudah tidak benci kepada adiknya sendiri (?)
-
-
Tiba-tiba mata Ji-Sung terbuka perlahan-lahan, dan jari nya juga bergerak dan itu sedikit mengangguk jaemin yang sedang tertidur
Jaemin yang melihat Ji-Sung sudah siuman ia pun memencet tombol untuk memanggil dokter. Tiba-tiba sang dokter tadi masuk keruangan
Sang dokter pun memeriksa keadaannya jisung. " puji Tuhan akhirnya detak jantung nya tidak melemah seperti tadi, permisi saya pergi" lalu sang dokter pergi dari ruangan, dan jaemin tersenyum dengan kebahagiaan karena doa nya terkabulkan oleh tuhan.
"h-hyung?" ucap Ji-Sung sangat lirih, jaemin tersenyum bahagia sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, Ji-Sung yang melihat itu tersenyum simpul dibalik alat yang menutupi mulut dan hidung nya itu
"m-makasih Hyung s-sudah menjaga ku" jaemin yang mendengar itu pun langsung mengeluarkan suara
"itu sudah tugas ku, maafkan Hyung jisung-ah karena Hyung yang tak becus menjaga mu kau jadi begini"
"sudah biarkan, lupakan saja hyung"
"siapa yang sudah mengunci kau digudang??" Ji-Sung hanya terdiam sejenak, dia tak mungkin memberi tahu kepada Hyung nya siapa yang sudah mengunci Diri nya digudang waktu kemarin
"sudah lupakan saja Hyung"
"ga! Bilang sekarang! Kalau kamu gak bilang Hyung sudah tahu pelakunya Hyung akan membunuhnya sekarang juga"
"jangan Hyung! Oke oke pelaku nya teman sekelas mu Hyung, Joon young musuh mu hyung" jawab Ji-Sung. Jaemin yang mendengar hal itu langsung mengepal tangannya sampai memutih. Ternyata si Bajingan itu yang mengunci jisung
"hyung mau kemana?!" ucap Ji-Sung yang agak sedikit teriak. Saat jaemin keluar dari ruangan dirinya
Jaemin dengan nafas terburu buru Hingga menabrak seseorang, jaemin yang melihat orang yang menabrak nya ternyata Jeno. Jeno yang tak sengaja ketabrak melihat ke sipelaku.
"jaemin?"
"jeno?"
Ucap mereka bersamaan. Jeno pun langsung memeluk tubuh jaemin. "kau mau kemana? Dan dimana kamar Ji-Sung?"
"dikamar voleranda no 24 VVIP dilantai dua, Jeno kau jaga jisung aku akan ke sekolah, karena ini jam istirahat sekolah" Jeno mengerutkan keningnya, buat apa jaemin ke sekolah? Bukannya Jaemin izin?
"baiklah kalau gitu hati hati" jaemin mengangguk lalu keluar dari rumah sakit tersebut dengan terburu-buru. Jeno pun langsung ke ruangan jisung.
_kamis , 06 , juli , 2023_
KAMU SEDANG MEMBACA
diary Jisung
Nouvelles"hyung, padahal aku butuh perhatian mereka semua. mereka tak memperdulikan ku sama sekali" "maafkan aku Hyung, kalau kau kecewa dengan perbuatan ku ini maafkan aku, aku lelah sungguh lelah sekali. mereka tak ada yang mau mengasih perhatian kepada ku...
