bab 7 kekuatan baru

544 40 0
                                        

"Jan...jangan bilang kau akan mengendalikan para mutan itu"ucap sosok merah dengan gemetar ketakutan karena ia merasakan akan ada kekacauan yang besar.

"Hahahaha....ternyata kau cukup cepat mengambil kesimpulannya,tapi bukan hanya mutan melainkan penjaga juga"tawa keras bagus menggema di seluruh ruangan ini membuat sosok merah itu ketakutan setengah mati.

"Kematian sangat mudah untuk mereka,tapi kekacauan akan sulit bagi mereka. Menyebarkan buat para mutan dan penjaga saling bertarung. buat kekacauan untuk ku"ucap bagus dengan dingin.

Segera angin merah di menyebar ke seluruh ruangan di laboratorium itu.
Para penjaga yang berdiri di depan pintu masuk ruangan tahanan tiba-tiba menyerang rekan mereka di ikuti oleh para mutan.

Suara riuh itu membuat para ilmuwan yang tertidur segera bangun karena merasa terganggu oleh suara riuh itu. Para ilmuwan segera mengecek apa yang membuat suara riuh itu.

Saat membuka pintu para ilmuwan terkejut melihat para bawahan dan para mutan saling bertarung. Para bawahan dan mutan tidak kenal lawan atau kawan mereka seakan di hipnotis oleh seseorang.

"BERHENTI APA YANG KALIAN LALUKAN"ucap lantang ketua ilmuwan itu,tapi tidak dihiraukan oleh mereka.

"Mereka seakan di hipnotis oleh seseorang"ucap salah satu ilmuwan membuat mereka menoleh pada nya.

"Kenapa kau bisa berbicara seperti itu?"tanya ketua ilmuwan.

"Lihatlah matanya"ucap ilmuwan itu membuat ilmuwan lainnya melihat ke arah mata mereka dan mereka melihat bola mata mereka berwarna merah.

"Bo....bola mata mereka berwarna merah?"tanya gugup ilmuwan.

"Benar bola mata berwarna merah. Mungkin ada seseorang orang menghipnotis mereka,tapi siapa?"tanyanya pada ilmuwan lainnya. Ilmuwan lainnya hanya menggelengkan kepala bahwa mereka tidak tahu.

Saat mereka mengamati tiba-tiba sebuah bola berwarna merah menunjuk ke arah para ilmuwan. Para ilmuwan yang melihat itu tidak sempat menghindar pun terkena membuat mereka mengalami luka bakar di perut mereka.

"Si...siapa yang melempar bola merah ini?"tanya ilmuwan pada ilmuwan lainnya.

"Aku.."

"Akulah yang melempar bola merah tadi"ucap dingin orang melempar bola itu memotong ucapan ilmuwan tadi.

Seorang pemuda berjalan melewati pertarungan para mutan dan bawahan dengan santai seakan tidak terjadi apa-apa. Pemuda itu berhenti di depan para ilmuwan hal itu membuat para ilmuwan terkejut siapa orang melempar bola merah tadi. Ia adalah Bagus Wijaya Putra.

"Ber.. beraninya kau lempar bola merah itu,sampah."ucap tajam salah satu ilmuwan membuat bagus marah.

"Wow...beraninya kau mengatai ku sebagai sampah"ucap bagus dingin dengan mengarahkan tangannya padanya.Tiba+tiba tubuhnya terangkat membuatnya terkejut.

"Ap....apa yang kau lakukan sampah?"tanya gugup ilmuwan itu membuat bagus terkekeh.

"Disaat seperti ini pun kau masih bisa memanggil dengan sampah ya"ucap bagus dengan membenturkan tubuh ilmuwan itu ke dinding.

Bruk

Aww

Suara kesakitan ilmuwan itu membuat bagus merasa senang. Ilmuwan itu merasa saki pada punggungnya.

"Aku senang sekali melihatnya kesakitan seperti kalian membunuh orang tua ku"

Deg

Ucapan dari bagus membuat para ilmuwan tertegun di tempat. Mereka semua berpikir bukannya ingatan itu sudah mereka hapus,tapi entah mengapa bagus mengingatnya.

Bagus yang melihat mereka tertegun di tempat membuatnya semakin yakin jika merekalah yang telah membunuh orang tua nya.

"Itu tidak benar,bagus"ucap salah satu ilmuwan mencoba membela diri.

"Aku bukan..."

Guardian or Ruler  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang