bab 28 kristal elemen

211 16 0
                                        

"Kau cukup kuat ya,tapi tidak dengan jiwa mu"ucap bagus lalu menoleh ke arah Daniel dengan sedikit hangat.

Daniel yang melihat sedikit tatapan hangat dari orang yang ia nanti membalasnya dengan tatapan hangat.

"Bukankan kau akan memberi ku hadiah?"tanya bagus dengan lembut mendengar nada lembut dari bagus membuat hati Daniel penuh dengan bunga.

"Ya, lalu hadiah seperti apa yang kau mau?"tanya Daniel lembut membuat Dewi es melongo kecuali dua bayangan dan pemuda kupu-kupu emas.

"Aku ingin Dewi es mati di tangan mu. Itulah hadiah yang aku inginkan"balas bagus sambil menunjuk ke Dewi es.

Daniel yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala lalu mengeluarkan sebuah pedang dengan aura iblis. Pedang itu adalah pedang iblis yang legendaris. Pedang itu sangat kuat dan dapat membelah gunung dengan sekali tebasan. Pedang itu juga dapat membunuh Dewa Dewi dengan mudah bahkan pedang iblis di sebut sebagai artefak kuno.

"Sesuai permintaan mu,Ratu ku"ucap Daniel yang membuat pipi bagus merona merah. Daniel yang melihat itu hanya tersenyum.

"Lakukanlah dengan cepat karena aku merasakan ada sesuatu yang datang kemari"ucap bagus dengan tenang walau ada rona merah di pipinya.

Daniel hanya membalasnya dengan menganggukkan kepala lalu berjalan ke arah Dewi es. Dewi es yang melihat itu bergemetar ketakutan.

"To...tolong jan...jangan bunuh aku..jika aku terbunuh maka istana es ku tidak ada yang menempati dan menjaga kristal elemen"ucap Dewi es dengan rasa takut yang menghampiri nya.

Kristal elemen adalah sebuah kristal yang menjaga setiap elemen di dunia jika kristal itu di tangan yang salah maka dunia akan hancur. Kristal elemen banyak di serahkan kepada para Dewa Dewi yang memiliki unsur sihir yang sama. Seperti contoh Dewi es ia memiliki kristal es di istananya.

"Kristal elemen es ya. Jika kristal itu di tangan yang salah maka dunia akan membeku"ucap bagus lalu di balas anggukkan kepala oleh Dewi es.

"Dan aku tidak peduli tentang itu"lanjutan bagus membuat Dewi es terkejut dengan perkataan bagus.

"Ka...kau sungguh kejam pada dunia"ucap Dewi es dengan terbata-bata.

Bagus yang mendengar itu hanya tertawa dengan keras membuat Daniel berhenti berjalan lalu menoleh ke arah bagus dengan sedikit rasa kekhawatiran di hatinya.

"Semoga kau tidak lepas kendali,sayang"gumam Daniel yang terus melihat ke bagus.

Bagus tertawa dengan keras sambil menatap ke Dewi es dengan benci. Dewi es yang tatapan benci dari bagus hanya membalas dengan menatapnya tajam.

"Kau akan membuat dunia menunjuk kehancuran"ucap Dewi es membuat bagus berhenti tertawa lalu menatap ke Dewi es dingin.

"Aku membuat dunia menunjuk kehancuran? Bukankan kalian yang membuat dunia dalam kehancuran bahkan kalian menggunakan senjata terlarang untuk membunuh para primordial. Aku bertanya pada mu untuk terakhir kalinya. Apakah kau tahu dampak dari kematian dari para primordial?"tanya bagus yang di balas gelengan kepala oleh Dewi es yang membuat bagus menahan diri untuk tidak segara menebasnya dengan sabit kehancurannya.

"Jika kau tidak tahu dengan dampak kematian dari primordial maka aku bertanya lagi,tapi ini bukan tentang dampak primordial melainkan dampak dari kematian para Dewa Dewi"ucap bagus yang membuat Dewi membulatkan matanya terkejut.

"Dampak apa yang terjadi jika para Dewa Dewi mati?"tanya bagus dingin dengan mengelap sabit kehancurannya. Dewi es yang melihat hanya bisa menelan ludah dengan susah payah.

"Dampak...."

Guardian or Ruler  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang