4. respon trauma

11.5K 941 131
                                        

Luka pada fisiknya memang sangat banyak namun kondisi mentalnya jauh lebih buruk, Junkyu benar-benar gila tak memiliki hati dan berperilaku layaknya iblis. Junkyu selalu melindungi dia namun tanpa sadar ia membuat seseorang mengalami hal yang sama seperti dia.

Tubuh Jihoon tak lagi bergerak, sekujur tubuhnya dipenuhi oleh darah yang terus menetes tanpa henti, bahkan kaki si Park tak sanggup menopang berat tubuhnya lagi, kain hitam yang menutupi matanya sudah dibanjiri oleh air mata.

Junkyu terus menatap lekat pemandangan yang ada di depannya, tangannya menghempaskan cambukan yang sedari tadi ia pegang, bahkan ujung cambuk sudah berlumuran darah.

Tak peduli dan tak memiliki rasa kemanusiaan sama sekali, Junkyu berlalu begitu saja tanpa mau untuk sekedar melepaskan ikatan pada tangan Jihoon yang sudah berdarah tanpa henti.

Ceklek!

PLAK!

"Bajingan!"

Waktu seakan berhenti beberapa detik saja, baru membuka pintu rahasia wajahnya tertoleh dengan paksa ketika ada satu tangan yang menamparnya dengan keras hingga membuat bunyi nyaring terdengar linu.

"Dasar iblis, lepaskan Jihoon!"

Junkyu termangu, ini 3 tahun setelah kejadian itu dan dia kembali berkontak fisik dengannya meskipun itu sebuah tamparan, namun melihat adanya emosi yang mendalam membuat dahi Junkyu berkerut kebingungan.

"Kau kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Junkyu berusaha untuk lembut, ingatkan dia adalah iblis yang tak memiliki kesabaran.

Saat tangan Junkyu akan menyentuh tubuh dia, sosok rapuh itu malah beringsut menjauh dengan tatapan penuh ketakutan, kilas balik kejadian 3 tahun yang lalu kembali muncul namun sekuat tenaga berusaha untuk menahannya, ia harus menyelamatkan Jihoon dari iblis yang kini ada didepannya.

"Kita kembali ke kamarmu!" Perintah Junkyu dengan panik ketika melihat nafas si manis yang terdengar semakin tak teratur, keringat dingin bahkan membanjiri tubuh ringkih itu, tangan dia malah berpegang pada sosok tegap yang berdiri dibelakangnya dengan sigap menahan tubuh yang hampir tumbang itu.

"Jangan menyentuhku dengan tangan iblis mu, s-selamatkan Jihoon atau kau jangan pernah lagi menemui ku!"

Tubuhnya berbalik menatap penuh permohonan pada sosok tegap dibelakang tubuhnya, hingga anggukan pelan membuat Junkyu mengepalkan kedua tangannya, sialan dia bahkan lebih memilih oranglain daripada dirinya

Kini Junkyu hanya menatap kepergian dia dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, langkah si Kim membawa kembali masuk kedalam ruangan dimana Jihoon yang belum sadarkan diri. Tangan Junkyu mengecek kondisi nafas dan denyut nadi Jihoon yang melemah, buru-buru ia melepaskan ikatan pada tangan si Park dan menggendong tubuh penuh darah itu keluar dari ruangan terkutuk, dibalutnya menggunakan selimut, Junkyu melangkah dengan terburu-buru keluar kamar miliknya.

"YOON JAEHYUK CEPAT PANGGILAN DOKTER LEE!"


















**************








Asahi dan Doyoung sepertinya harus mengucapkan kata syukur beribu kali sebab Junkyu tak menghukum mereka, karena kini mereka ditugaskan untuk menjaga Jihoon, namun mereka dibuat meringis melihat kondisi tubuh Jihoon yang dililit banyak perban, entah berapa kali Junkyu mencambuk tubuh ringkih itu namun ketika dulu Doyoung pernah merawat Yedam yang mendapatkan cambukan 50 kali saja rasanya sudah linu, namun kali ini sepertinya Jihoon mendapatkan lebih parah bisa di lihat dari setiap inci tubuhnya yang dipenuhi luka goresan.

Only Mine [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang