"Untukmu"
Memasuki ruang inap adiknya Junkyu membawa satu kotak makanan, memberikan pada Jihoon namun hal itu membuat Yoshi mendengus malas, sialan ia tak dibelikan. Tangan Yoshi menerima makanan dari Junkyu, pemuda tersenyum mengejek.
"Biar aku yang menyuapinya" kata Yoshi membuka kotak makanan yang sudah disiapkan oleh Junkyu.
"Tangan Jihoon masih berfungsi, kau jangan terlalu memanjakannya!" Sentak Junkyu kembali menarik kotak bekal yang ada ditangan Yoshi mengarahkan pada Jihoon.
Namun lagi-lagi Yoshi tak akan membiarkan Junkyu hidup tenang, pemuda itu kembali menarik kotak bekal ditangan Jihoon.
"Aku kakaknya, aku yang berhak!"
"Stop panggil diri lo sendiri kakak gue, kita seumuran!" Jihoon mendelik sinis, ia sudah muak ketika Yoshi menyebut bahwa ia adalah adiknya.
"Gunakan bahasa yang baik, aku tak mendengar mu berbicara tak sopan seperti itu!" Ucap Yoshi kali ini menatap tajam pada saudaranya, ia sudah memperingatkan Jihoon beberapa kali namun tampaknya si manis masih terlalu bengal.
Yang diomeli malah merajuk, Jihoon menghentakkan kakinya kesal, pemuda itu berdiri dari duduknya yang dihimpit oleh dua dominan, lantas Jihoon duduk disamping Jeongwoo bersebrangan dengan kursi yang tadi di duduki olehnya, menyandar pada pundak Jeongwoo yang sedang terlelap karena terlalu lelah mengurus Haruto yang rewel tadi malam.
"Park Jihoon!"
Tidak, itu bukan hanya Yoshi melainkan juga Junkyu yang berucap sama dinginnya dengan Yoshi, kedua dominan menatap Jihoon tajam yang ditatap malah terlihat acuh masih menyandar pada pundak Jeongwoo.
"Kemari atau aku akan mematahkan kakimu!" Sentak Junkyu menatap tajam pada si manis.
"Dan aku akan mematahkan tanganmu!" Bentak Yoshi kali ini bukan pada Junkyu, melainkan pada saudaranya dan mendukung ucapan Junkyu.
"Cepat Park jangan membuatku emosi!" Junkyu ingin mengamuk dan berteriak namun ia takut membangunkan adiknya yang baru saja terlelap, kedua tangan si Kim terkepal kuat, pemuda itu menarik tangan Jihoon kasar dan mendudukkan Jihoon diatas pangkuannya.
"Lepasin gue om!"
"Jangan berisik, Haruto baru saja tertidur"
Yoshi membuka bekal makanan, pemuda itu mengarahkan sendok isi nasi dan lauk pada mulut Jihoon.
"Buka mulutmu atau aku yang akan merobeknya!"
Bentak Yoshi mengarahkan sendok berisi nasi pada mulut saudaranya namun Jihoon tak kunjung membuka mulut.
Nafas si Park terdengar memburu, entah kenapa ia begitu kesal dengan perlakuan dia manusia gila yang menurutnya menyebalkan. Mata Jihoon sudah berkaca-kaca bibirnya gemetar menahan tangis, tangan si Park menyikut perut Junkyu, kakinya menginjak kaki si Kim dan kepala Jihoon langsung menghantam keras dagu Junkyu membuat Junkyu seketika meringis kesakitan hingga pelukannya terlepas.
Kaki satunya lagi menendang tubuh Yoshi hingga pemuda itu sedikit mundur.
"Nyebelin lo!"
Dengan kaki di hentakan Jihoon berjalan keluar dari ruang inap Haruto.
"Sialan, hidungku mimisan!"
Junkyu menyeka darah yang tak henti mengalir di indra penciumannya.
Yoshi mengerjap pelan pemuda itu masih tak menyangka jika saudaranya bisa membuat Junkyu terluka, gerakan Jihoon tadi sangatlah lincah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Mine [SELESAI]
Teen FictionJihoon seorang murid kelas 3 yang terjebak dengan pria berusia 28 tahun karena kecerobohan yang dilakukan olehnya, Kim Junkyu seseorang yang tak akan pernah melepaskan mangsanya. Kyuhoon. Junkyu: dom. Jihoon: sub ⚠️ Area terlarang 18+⚠️ 🚩
![Only Mine [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/352592665-64-k139633.jpg)