"Aku belum bisa mendiagnosa pasti apa yang terjadi pada Jihoon, kejang bisa diakibatkan oleh beberapa faktor tapi kemungkinan besar dilihat dari riwayat penyakit sebelumnya, kejang yang terjadi pada Jihoon diakibatkan oleh penyakit mental yang dialami olehnya, kau bisa menghubungi dokter Hwang untuk melakukan psikoterapi dan Kim Junkyu, aku sudah memperingati mu berapa kali untuk jangan terus memicu trauma nya kambuh itu akan sangat susah untuk Jihoon bisa sembuh, kenapa kau tak bisa mendengarkan ku satu kali saja?"
"Kenapa manusia itu marah-marah padaku?" Cibir Junkyu ketika mengingat kembali dimana Jeno yang berakhir mengomelinya sepanjang malam, padahal ia juga tak tahu kalau akibatnya akan seperti ini.
Menyebalkan.
"Apa yang terjadi padanya?"
Suara sang adik mengejutkan Junkyu dari lamunannya, si sulung melihat Haruto yang masih memakai piyama tiba-tiba muncul, Junkyu tentu saja terkejut namun ia berusaha untuk tenang.
"Apa kau tuli? Aku bertanya padamu bodoh!"
Sebuah tamparan keras pada lengannya membuat Junkyu tersadar, pemuda itu menghela nafas berat.
"Aku juga tidak tau, saat aku masuk kedalam kamarnya tiba-tiba dia sudah tak sadarkan diri jadi aku menghubungi dokter Lee" aaaaa
Jelas Junkyu tentu saja berbohong, dia berusaha untuk tenang agar tak membuat adiknya curiga, tapi mata Haruto menatapnya penuh selidik, si manis tampak menatap tajam pada sang kakak.
"Kau-"
"Ughhh..."
Lenguhan dari arah tempat tidur membuat Haruto dengan sigap membantu Jihoon mendudukkan tubuhnya, ia memberikan satu gelas air pada si Park
"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa sampai kejang-kejang? Apa yang telah Junkyu lakukan? Apa dia kembali menyiksa mu?"
Pertanyaan beruntun yang keluar dari mulut si bungsu Kim membuat Jihoon yang baru saja sadar dari pingsannya tercengang, pemuda itu mengerjap pelan, kepalanya masih pusing tapi Haruto sudah memberikannya berbagai macam pertanyaan.
Saat matanya tak sengaja bersitatap dengan Junkyu, si dominan mengisyaratkan lewat tatapan mata untuk Jihoon tetap diam, bibir si Kim tampak berkata tanpa suara menyuruh Jihoon tetap bungkam.
Namun Jihoon mengabaikannya.
"Ya Park Jihoon jawab aku, aku sangat khawatir!"
Kedua tangan Haruto menangkup pipi Jihoon, rasanya sangat hangat, berbeda dengan tangan kakak dari pemuda manis itu yang terasa panas, sehingga membuat Jihoon rasanya terbakar.
"Jujur padaku, jangan pernah takut lagi"
Namun Jihoon malah menggeleng samar, pemuda itu tersenyum teduh untuk membuat Haruto tenang.
"Aku terlalu banyak minum obat, aku lupa rasanya aku belum meminum obat itu tapi ternyata sudah tadi sore"
"Kenapa kau sangat ceroboh?!"
Junkyu menghela nafas lega, jika Jihoon buka mulut maka habis sudah riwayatnya.
"Maaf, aku benar-benar lupa Ru tapi aku boleh meminta satu hal?"
Tanya Jihoon yang tentu saja langsung diangguki oleh si manis.
"Tentu saja, kau mau meminta apa?"
"Aku ingin meminta ijin untuk bicara berdua bersama kakakmu, sebentar saja"
Jelas Haruto langsung mengangguki permintaan itu, si manis berdiri dan menatap kakaknya.
"Kalau terjadi sesuatu hal buruk pada Jihoon, maka orang pertama yang akan aku salahkan adalah kau bajingan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Mine [SELESAI]
Teen FictionJihoon seorang murid kelas 3 yang terjebak dengan pria berusia 28 tahun karena kecerobohan yang dilakukan olehnya, Kim Junkyu seseorang yang tak akan pernah melepaskan mangsanya. Kyuhoon. Junkyu: dom. Jihoon: sub ⚠️ Area terlarang 18+⚠️ 🚩
![Only Mine [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/352592665-64-k139633.jpg)