30. Park Family

7K 724 227
                                        

"Hidup dia sangat menderita, dia melalui masa-masa sulitnya sendiri"

"Dan yang membuat dia menderita itu ayahmu asal kau ingat"

Hening melanda sesaat, setelah berhasil membawa Jihyo untuk menemui Jihoon, Yoshi tiba-tiba saja menyusul, Junkyu kira Yoshi akan menyeret dan tak memperbolehkan Jihyo untuk menemui Jihoon tapi ternyata ia salah, Yoshi malah mengajaknya untuk mengobrol.

"Aku minta maaf.."

Yoshi menunduk, ia menyesal setelah apa yang ia perbuat pada Jihoon, Yoshi tak tahu jika Jihoon begitu menderita karena ulah ayahnya dan yang paling membuat Yoshi terpukul adalah kenyataan dimana Jihoon masih menganggap bahwa Chanyeol adalah ayah kandungnya itu pasti dalam pikiran pemuda itu berpikir bahwa dirinya dilecehkan oleh ayah kandungnya sendiri.

"Jangan meminta maaf padaku, minta maaflah pada Jihoon, dia yang terluka bukan aku"

Junkyu melirik sekilas kearah Yoshi, melihat wajah pemuda itu yang tampak menyesal.

"Aku pasti akan meminta maaf padanya"

Terjadi keheningan lagi, Yoshi menggigit bibir bawahnya, ia melirik kearah Junkyu kemudian sebuah pertanyaan membuat si empu tersedak oleh kopi yang sedang diminumnya.

"Kau mencintai Jihoon?"

Uhuk!

"Pertanyaan sinting macam apa itu?"

Junkyu menghapus jejak air bekas kopi di sudut bibirnya, si Kim tampak terkejut namun geraman kesal terdengar jelas

"Aku membantu dia karena aku hanya menganggap dia sebagai adikku, tidak lebih!"

Lagian juga tidak mungkin bagi Junkyu untuk mencintai Jihoon, usia mereka bahkan berbeda 10 tahun dan Junkyu tak segila itu untuk menjadi pedofil mencintai anak-anak dibawah umur, umur Jihoon bahkan sama seperti umur Haruto jadi Junkyu menganggap Jihoon sebagai adiknya.

Ia membantu Jihoon hanya sebatas rasa kepedulian kakak pada adiknya.

"Baguslah, kalau begitu aku punya kesempatan"

"Kesempatan apa?" Tanya Junkyu menelisik dengan wajah seriusnya.

"Kesempatan untuk mendekatinya, kenapa? Memangnya salah?"

"Tentu saja bodoh, kalian saudara!" Bentak si Kim yang membuat Yoshi mendelik tajam.

"Kita tidak sedarah asal kau ingat, aku dan Jihoon bukan saudara"

Perkataan Yoshi memang benar namun Junkyu merasa ada yang mengganjal dihatinya, ia merasa tak setuju.

"Memangnya Jihoon mau padamu?"





*********



"Selesai, sekarang kita turun kebawah untuk makan malam okay?"

Saat Jihyo menarik tangannya Jihoon menggeleng, pemuda itu tak ingin keluar kamar, Jihoon malah menepuk sisi tubuhnya untuk Jihyo duduk disampingnya.

"Malam ini Ji ingin berduaan bersama ibu, apa boleh?"

Jihyo melirik sekilas kearah pintu, ia belum meminta ijin Yoshi dan Jihyo takut jika putranya marah namun disatu sisi ia juga merasa tak tega dengan kondisi Jihoon saat ini.

"Ibu akan mengambil makan malam untukmu, sebentar ya?"

Setelah mengatakan itu baru ibu diperbolehkan untuk keluar, namun mata Jihoon bahkan seperti tak berkedip melihat kearah luar pada pintu yang terbuka, awalnya Jihoon berpikir jika ibunya berbohong namun saat melihat Jihyo kembali dengan nampan berisi makan malam mereka senyum kecil terlihat diwajahnya.

Only Mine [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang