Hyewon fokus menyendok daging kelapa muda miliknya tanpa menyadari tatapan lembut dari Yohan di hadapannya. "Lo jadi ngomong apa kagaa?"
"Abisin dulu kelapanya."
"Dah abis," ujar Hyewon sambil menunjukkan bagian dalam kelapa yang sudah bersih.
"Punya gue belum."
"Yaudah abisin dulu."
"Lo masih mau gak?"
"Kalau gue jawab 'masih', lo bakal ngasih punya lo?" canda Hyewon.
Yohan menggeleng, "Beli baru dong!"
"Cih!"
"Emang lo mau dapet bekas gue?" tanya Yohan membuat keduanya bertatapan. Hyewon bingung.
"Yaudah sini, gue bantuin biar lo bisa cepet-cepet ngomong," ujar Hyewon lalu meraih kelapa milik Yohan. Yohan terkejut namun hanya bisa terkekeh setelahnya. Membiarkan Hyewon menghabiskan jatahnya. "Udah abis nih, ayo ngomong."
Yohan berdeham sambil membenakan posisi duduknya. "Gue mau minta maaf."
Hyewon menaikkan sebelah alisnya, "Buat?"
"Hubungan lo sama Hangyul."
"Oh," gumam Hyewon. "Harusnya malah gue yang bilang terima kasih."
"Buat?"
"Karena udah ngasih tau soal itu. Lo bayangin aja kalau orang lain yang ngasih tau atau parahnya orang-orang terlanjur mikir yang aneh-aneh soal gue."
"Tapi harusnya lo tau langsung dari orangnya, bukan dari gue."
Hyewon menggeleng tanda menyanggah, "Tenang aja, gue sama Hangyul pasti bakal baikan lagi. Tapi untuk sekarang emang lebih baik kita gak terlalu deket. Jadi lo gak usah merasa bersalah lagi loh!"
"Siap!" Yohan terkekeh sambil mengangguk. "Oh iya! Ada acara apa lo disini? Liburan?"
"Buat gue sama Taehyun iya, ini liburan. Tapi buat Papi ini acara outing dari kantor. Lo sendiri?"
"Gue lagi survei lokasi."
"Lokasi untuk apa?"
"Acara anak sanggar, selesai turnamen nanti."
"Oh."
"Lo mau gabung?"
"Eh? Kok gue?"
"Siapa tau lo mau ke sini lagi nanti sama gue."
'LAH?'
"Ngomong-ngomong, adek lo masih aja julid ke gue."
"Dia mah sama Hangyul aja masih julid. Yeonjun doang cowok yang enggak dia julidin."
"Terus gimana kalau ada cowok yang mau deketin lo?"
"Mau gak mau harus bisa tahan kelakuan Taehyun."
"Jadi, lebih susah dapetin restu dari Papi atau Taehyun?"
'Kok malah ngomongin ini sih? Lo jangan memancing perasaan yang udah gue kubur ya, sialan!'
~
Changbin membanting tubuhnya ke atas ranjang besar miliknya. Pandangannya kosong menatap langit-langit kamar. Pikirannya dipenuhi oleh dua gadis dengan paras yang hampir mirip.
Dirinya kesal dan menyesal.
Kesal pada Chaewon yang tidak jujur sejak awal padanya.
Dan menyesal karena sudah seenaknya menyakiti Yena.
"Gue harus gimana anjing?!" kesalnya sambil menjambak rambutnya sendiri.
Tok tok
"Bin?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Nefarious - Choi Yena
Hayran KurguSemua orang itu jahat, yang bikin beda adalah bagaimana caranya setiap orang menunjukkan kejahatan mereka. "Menurut gue, lo jahat. Jadi kalau suatu saat gue balik jahatin lo, jangan kaget. Gue juga bisa sama jahatnya kaya lo!"