65. Kembali

21 1 1
                                        

Percayalah,
Sejauh manapun Aku melangkah
Kamu, selalu tetap menjadi 'Rumah'
disaat Aku lelah dan menyerah.

-Prita Kanahaya-

***

Prita berjalan ke rumah Aisyah, senja yang sudah terlihat menandakan malam akan datang.

Cewek itu sedikit kaget melihat Aisyah duduk di depan teras sambil memejamkan matanya.

Namun gadis itu hanya mengangkat bahunya acuh dan berjalan masuk.

"dimana sopan santunmu?"

Prita berbalik, menatap Aisyah.

"Assalamualaikum, Prita pulang"

"Waalaikumussalam, duduk disini dulu, Uti mau bicara"

"Prita mau mandi"

"sebentar saja"

Prita menghela nafas, lalu berjalan ke arah Aisyah, duduk di kursi sebelahnya.

"ada apa Uti?"

"temenmu yang dari jakarta sudah pulang?"

"iya tadi siang, dia nitip salam dan minta maaf karena nggak sempat pamitan"

Aisyah hanya mengangguk saja,

"kamu... Sudah pernah ketemu orang tuanya?"

Prita mengernyit heran,

"kenapa Uti tanya seperti itu?"

Aisyah kembali menyenderkan punggungnya dan memejamkan mata.

"setidaknya Ibunya harus tau bagaimana rupamu, kondisimu dan latar belakang Kamu yang menyedihkan itu"

Prita memutar bola mata malas, bersidekap dada lalu ikut menyenderkan punggungnya ke kursi kayu.

"sudah, Nundanya baik. Kalo Ayahnya, Aku nggak tau karena setahu Prita mereka sudah bercerai"

"Bundanya sudah tau gimana kehidupan kamu?"

"kenapa Uti tanya seperti itu?"

"tidak apa-apa, Aku ingin tau bagaimana reaksinya"

"Bunda bukan seperti yang Uti pikirkan"

"memangnya apa yang Aku pikirkan?"

Prita menghela napas pelan,

"Aku hanya ingin berjaga-jaga saja" ucap Aisyah.

"jika saja, hubungan kalian memang tidak direstui oleh orang tuanya. Lebih baik kalian berpisah saja, hubungan tanpa restu sangat tidak layak untuk dijalankan walaupun kalian saling cinta" lanjut Aisyah

"Prita tau"

"ayahmu pun dulu seperti itu"

Prita menatap Uti-nya yang masih tenang memejamkan mata. Wajah keriputnya begitu damai.

"padahal aku sudah membawakan jodohnya yang jauh lebih baik, dia tidak pernah kekurangan apapun, dari segi harta dan juga pendidikan. Tapi, dia malah memilih Ibumu"

"Ibumu hanya pendatang yang tidak punya keluarga, sengaja membuat Ayahmu jatuh cinta kepadanya. Sikapnya yang selalu menginginkan kemewahan, berusaha membujuk Ayahmu pindah ke kota besar setelah menikah"

Prita terdiam mendengarkan, baru kali ini ia mengetahui cerita orang tuanya lebih dalam.

"tapi, memang dari awal, Aku tidak pernah merestui hubungan mereka. Kubiarkan mereka pergi, asal tidak membawa apapun"

Aku dan Altair (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang