93. If you Stay

18 1 0
                                        

Tidak bisakah Kamu..
Menjadi seseorang yang hidup bersamaku untuk selamanya?

-Prita Kanahaya

***

Tok tok tok...

Prita menoleh ke arah jendela kamarnya yang terlihat dari luar. Gadis itu mengendap endap melangkah dan membuka sedikit gorden jendelanya.

Matanya membulat saat ada beberapa orang berpakaian hitam dengan tubuh yang tinggi dan besar.

Hanya perlu beberapa detik untuk Prita berpikir. Dengan cepat ia meraih ponselnya tadi setelah menelfon Leon.

Prita memilih salah satu kontak, butuh beberapa detik hingga telfon tersambung.

"halo ta?"

"Rafan, dengerin gue baik-baik karena gue akan bicara sekali aja"

"hah?"

"di rumah gue, tepatnya di kamar gue ada satu flashdisk warna hitam. Gue sembunyiin di bawah bantal gue yang warna kuning. Satu jam lagi lo ke sini dan ambil, terus kasih ke bunda Leon" ucap Prita sambil memasukkan flashdisk itu ke bawah bantalnya.

"maksud lo apa ta? Gue nggak ngerti, lo dimana sekarang?"

Prita menghela nafas, memejamkan matanya.

"maaf gue sering ngerepotin lo Fan, gue minta tolong untuk yang terakhir kali"

"ta lo-"

Tutt...

Prita mematikan panggilan begitu saja, gadis itu menonaktifkan ponselnya juga dan menaruhnya di atas meja belajar.

Suara gedoran pintu membuat Prita cepat-cepat membuka laci meja belajarnya.

"gue yakin gue punya"

Prita lalu menatap flashdisknya yang sering ia gunakan untuk mengerjakan tugasnya.

"ketemu"

.
.
.

Prita tersenyum geli sambil mendongak menatap Felix yang menatapnya marah sambil nafas memburu.

"dan mungkin sekarang, data itu udah berada di tangan yang tepat. Jadi..."

"lo udah berakhir, bajingan" lanjut Prita.

"dasar perempuan kurang ajar!!"

Plakk...

Kali ini tamparan Felix benar-benar kuat hingga sudut bibir Prita kembali berdarah.

"ka-kamu...akan terima akibat-"

Bugh!!

Sebelum Felix menyudahkan kalimatnya, Pria kurus itu sudah tersungkur di lantai.

"dasar sampah, berani-beraninya lo nyakitin cewek gue"

Felix menatap kaget Leon yang kini berdiri di atasnya. Cowok ganteng berjaket hitam itu mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah dan menatap Felix sengit.

"ba-bagaimana bisa-"

Bugh...

Leon kembali melayangkan tinjuannya ke rahang Felix lalu menarik kerah Pria itu.

"lo...nggak akan gue lepasin sampai mati" ucap Leon sambil penuh penekanan.

Salah satu suruhan Felix melepaskan tangan Prita untuk melawan Leon. Namun dengan cepat, cowok itu bisa mengalahkannya.

Aku dan Altair (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang