Prita turun dari motor matic milik Shaka, ia tersenyum tipis ke arah cowok itu.
"makasih ya udah di anterin"
Shaka membuka helm-nya,
"jangan pulang kemaleman ta, senin udah ujian akhir sekolah"
Prita terkekeh lalu mengangguk sambil menunjukkan jempolnya.
"gue masuk dulu, hati-hati di jalan"
Shaka melambaikan tangan, mengamati punggung kecil itu hingga masuk ke dalam cafe.
Cowok itu menghela nafas, sudah hampir 4 bulan Prita pindah ke sekolahnya, Shaka...langsung jatuh hati pada Prita saat pertama kali cewek itu masuk ke dalam kelasnya untuk memperkenalkan diri, tapi sampai sekarang...Prita masih saja belum menerimanya.
Shaka terlihat berpikir,
"hm...apa gue tembak dia pas hari kelulusan ya?" gumamnya.
.
.
.
Prita menguncir rambut panjangnya seperti ekor kuda. Setelah mengganti bajunya menjadi seragam cafe, ia keluar dari ruangan dengan pintu bertuliskan 'manager'.
Gadis itu tersenyum ke arah karyawan yang ada di cafe. Ada tiga orang gadis yang menunggunya,
"maaf ya gue telat, tadi ada kuis di sekolah"
Thea, kasir cafe itu tersenyum maklum,
"nggak papa ta" ucap cewek tomboy berambut pendek itu.
"ta, kita mau ngomong sesuatu sama lo" kata Shena, gadis berambut panjang yang dikepang satu.
"mau bicara apa?" tanya prita.
Sekedar informasi, tiga gadis itu berumur 1 tahun di atas Prita. Jadi, Prita mempersilahkan mereka bicara santai walaupun ia menjabat sebagai manager di cafe ini.
"penjualan menurun selama beberapa hari ini, mungkin karena ada cafe baru di sebrang toko kita, ditambah sekarang mulai masuk musim penghujan, mereka malas buat pergi-pergian untuk sekedar nongkrong di cafe" ucap Thea.
Prita mengangguk, lalu terlihat berpikir.
"hm...gimana kalo kita juga buka pesanan secara online?"
"itu udah gue saranin ke mereka, tapi mereka nggak mau denger, nunggu jawaban lo"
Mereka sontak menoleh, ke arah gadis yang paling tinggi dengan liptint yang begitu merah, dia Vina. Satu-satunya gadis yang 2 tahun lebih tua dari Prita, Thea dan Shena suka mengatakan kepada Prita bahwa Vina suka menjelek-jelekan prita yang bahkan belum lulus sekolah tapi sudah diangkat menjadi manager oleh Mas Ari.
"ah...iya, bagus kalo kak Vina udah ngasih tau" jawab Prita tidak mau berdebat.
"dan juga, kita harus melakukan promosi lebih luas. Gimana kalo kita buat video dan foto yang bisa kita post di instagram cafe?"
Thea dan Shena mengangguk setuju,
"tapi menurut gue, promosi langsung lebih berguna"
Mereka kembali menoleh ke arah Vina yang bersidekap dada.
"ck, lo nggak usah ngada-ngada vin!" kesal thea.
"iya! Promosi online lebih praktis dan hemat!" ikut Shena.
Vina mengepalkan kedua tangannya kesal, Prita melihat itu kelabakan.
"ehm...gimana kalo kita buat promosi keduanya? Kak Shena dan kak Thea buat promosi di online dan gue sama kak Vina buat promosi dalam bentuk brosur? Nanti kita bagiin ke orang-orang yang lewat di depan cafe" jelas Prita.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
