Semua duniaku seakan runtuh
Saat Kamu bilang...
Kamu menyerah dengan Aku
Dan Kita yang mustahil akan bersatu.
-Prita Kanahaya
***
"PRITA!"
Semuanya menoleh, kecuali Prita tentunya, cewek itu sudah tau suara siapa itu. Terlihat Leon, Azka dan Aldo yang mendekati kerumunan.
Leon berlari lalu melewati Prita dan membantu Syakira berdiri. Cowok itu melepaskan jaket abunya dan memakaikan di tubuh gadis itu karena mulai tembus pandang.
"lo bisa ke toilet sendiri kan?" tanya Leon.
Syakira tersenyum kecil, lalu mengangguk. Gadis itu berjalan pergi sambil ditatap banyak orang.
Leon kini menatap Prita, mendekat ke arah cewek itu.
"ayo kita bicara di tempat lain" ucap Leon sambil menarik tangan Prita.
Prita yang masih menundukkan kepalanya, menepis tangan Leon.
"disini aja"
"Prita, tolong turutin gue kali ini" ucap Leon tajam.
Prita kini menatap Leon dengan mata berkaca-kaca.
"kenapa? Malu lo punya pacar seperti gue?"
Leon memejamkan matanya, berusaha untuk tidak emosi.
"ta, ayo kita pergi"
"disini aja! Gue bilang disini ya disini!! Lo ngerti ucapan gue nggak sih?!"
"ah...gue lupa, lo kan emang selalu ngerti, gue yang nggak pernah mengerti lo" lanjut Prita.
"gue bahkan nggak pernah tau, lo beneran sayang sama gue atau nggak. Perasaan gue mungkin sebenarnya nggak ada timbal baliknya"
"gue tau, perlakuan gue ke Syakira itu salah. Gue tau seharusnya gue nggak seperti itu tapi gue nggak bisa, gue nggak bisa kalo itu menyangkut tentang lo, Leon..."
Leon hanya diam mendengarkan gadis di hadapannya ini.
"tapi tadi Syakira... Cewek cupu itu minta gue buat ninggalin lo, kasih lo buat dia. Anggap aja gue sebagai orang baik, gue memberikan lo buat dia...tapi, setelah itu gue punya siapa? Gue... Nggak punya siapapun lagi"
"lo selalu ngajarin gue buat berbuat baik ke semua orang, tapi ternyata gue nggak bisa ngelakuin hal itu, Leon"
"ta cukup" akhirnya Leon berbicara, ia takut kelepasan setelah ini jika Prita terus saja bicara seperti itu.
"kalau dimata orang-orang gue terlihat murahan karena mengemis cinta dari lo, maka itu benar. Nyatanya, gue nggak bisa biarin siapapun dapetin lo"
"ta, gue bilang cukup"
"gue nggak akan bisa benci sama lo Leon, makannya gue nggak akan pernah bisa ngelepasin lo"
Leon memejamkan matanya, mengepalkan kedua tangannya erat. Berusaha bertahan, namun ia hanyalah sebatas manusia yang selalu lupa.
Leon, ia akan mengingat seumur hidupnya. Jika hal yang akan dilakukannya saat ini akan terus teringat dibenaknya, penyesalan.
Cowok itu membuka matanya, melihat Prita yang meneteskan air mata. Leon menatap Prita datar,
"kalo gitu, biarin gue yang membuat rasa kebencian itu"
Hanya beberapa detik, jus jeruk di atas meja diambil Leon dan ditumpahkannya ke kepala Prita.
Byurrr
Semuanya syok, melihat Prita yang tiba-tiba basah kuyup. Prita masih menatap Leon, tetesan jus jeruk dari rambutnya menyusul air mata yang turun kian deras di pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
