Brukk
Prita seketika terjatuh kebelakang saat ada seseorang menabraknya. Prita mendongak, ternyata Rafan.
"ta, lo nggak papa?" tanya Rafan.
Prita menggeleng pelan, Rafan berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Prita, namun cewek itu bangun sendiri.
Prita hendak pergi, tapi Rafan menahannya.
"ta, lo kenapa? Cerita sama gue"
Prita menggeleng pelan, menepis tangan rafan dan berlari ke arah koridor.
"ta!"
Prita terus saja berlari, matanya mengerut aneh karena beberapa orang berkumpul di depan mading, padahal sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.
Brukk
Lagi-lagi Prita terjatuh, kali ini tersungkur ke depan. Suara gelak tawa mengiringi telinga Prita, cewek itu kemudian bangkit.
Cindy dan dua dayangnya menahan Prita, mereka tertawa kecil.
"jadi ini? Anaknya pelakor? Pantes aja anaknya murahan suka ganti-ganti cowok, ternyata sifatnya menurun dari Ibunya"
"apa maksud lo?" tanya Prita.
Semua pasang mata menatap ke arahnya, ia tidak mengerti situasi yang kini sedang terjadi.
"maksud gue? Bukannya lo yang harus ngejelasin ini?" Cindy menunjuk selembar kertas di madding.
Prita mendekat, nafasnya langsung tercekat.
TERNYATA PRITA KAHANAYA ITU ANAK DARI SEORANG PELAKOR!!
"jadi, bisa lo jelasin ke kita?"
Prita dengan cepat menatap Cindy tajam,
"siapa yang buat berita sampah itu?" tanya Prita.
Cindy tertawa meremehkan, cewek kurus itu bersidekap dada.
"mana gue tau?"
Prita berdecak pelan, lalu pergi begitu saja dari kerumunan. Percuma saja, lebih baik ia pergi dari sini.
Rafan yang ikut menghampiri kaget dengan orang-orang yang berkumpul di madding. Cowok itu melotot kaget melihat tulisan besar di selembar kertas yang di tempel.
Dengan kasar, ia menarik kertas itu dan merobeknya.
"fan! Sebenarnya ada apa sih?!"
Akhirnya Nina menyusul, memegang lengan Rafan yang menatap punggung Prita berjalan makin menjauh.
"gue harus ketemu sama seseorang" gumamnya.
"siapa?"
Rafan tidak menjawab, cowok itu beranjak pergi ke arah parkiran diikuti Nina.
"Rafan!! Tungguin Aku!!"
Namun saat Nina bergerak, Cindy menahannya, dengan cepat nina menepis kasar.
"apaan sih lo!"
Cindy tersenyum kecil,
"lo... Nggak cemburu lihat pacar lo bantuin Prita terus? Bahkan gue lihat, beberapa kali cowok lo khawatirin si Prita. Lo nggak takut nin kalo si Rafan direbut sama cewek murahan itu?"
Nina menghela nafas, geram menatap Cindy. Kenapa cewek ini kurang kerjaan sekali?
"dengerin gue cabe-cabean! Nggak pernah sekalipun terlintas di pikiran gue kalo Prita bakal rebut Rafan dari gue! Karena gue tau, dimata Prita, Rafan itu udah dia anggap sebagai kakaknya!
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
