77. Aku Juga Manusia

27 6 0
                                        

Bughh..

Prita mengelap keringatnya setelah menumbangkan dua begal itu.

"TA!! TOLONGIN GUE!!"

Prita menoleh ke arah Zidan yang berusaha berlindung menggunakan kursi cafe, namun salah satu begal itu berusaha menyerang cowok itu.

Dengan cepat Prita menendang kepalanya hingga jatuh.

"Ada apa ini?!" kaget mbak Sinta yang baru saja keluar mendengar suara gaduh.

Salah satu begal yang masih kuat mencoba menangkap mbak Sinta untuk melakukan penyandraan.

Hingga akhirnya...

"Prita!! Prita tolongin gue!! Tolongin mbak, Prita!" ucap Sinta ketakutan.

Prita menoleh, ia kecolongan lagi. Berdiri tenang menatap salah satu begal yang mengarahkan pisau ke leher mbak Sinta dari arah belakang.

Begal itu tertawa pelan,

"makannya nggak usah sok berani cewek lemah!"

Prita menghela nafas pelan, mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

"yang lo bilang lemah itu gue?"

Prita mendekat, sontak begal itu mundur. Hanya tersisa satu begal ini dan ketuanya yang sedang duduk memperhatikan mereka dengan santai.

Prita tersenyum kecil,

"harusnya gue yang bilang hal itu ke lo"

Kurang dari sedetik, gerakan cepat Prita berhasil menjauhkan pisaunya. Meskipun, saat melemparkannya tangan kanan cewek itu tergores.

Bugh...

Prita kembali memukul wajah begal itu.

"PRITA AWAS!" teriak Zidan.

PRANGG

Prita sontak memegangi kepala belakangnya. Lalu menunduk ke bawah dimana serpihan vas bunga berbahan kaca yang telah di lemparkan seseorang.

Menoleh ke arah belakang, dimana ketua begal itu tersenyum ke arahnya.

"wah, gadis yang hebat!"

Begal berbadan paling besar itu menyeringai sambil membawa pisau besar.

Bughh

Salah satu begal yang kembali bangun langsung memukul kepala Prita hingga cewek itu jatuh terduduk.

"gue bilang juga nggak usah sok-sok an!" ucap begal itu.

Ketua makin mendekat, Prita yang masih terduduk menatap ketua itu dengan tatapan datar.

"mau masalah ini selesai? Kita akan pergi asal lo ikut gadis manis"

Prita terkekeh pelan,

"mana mau gue sama lo"

Tatapan ketua itu langsung berubah menjadi marah, kembali mengacungkan senjatanya.

"dasar cewek kurang ajar!"

BUGH...

Prita memejam matanya sebentar, terkejut saat ketua begal itu langsung terkapar sambil memegangi kepalanya.

"kenapa lo nggak ngajak-ngajak gue sih ta?"

Prita mendongak, tersenyum kecil melihat cowok yang memegangi helm full face hitamnya.

"gue kira lo betah di london, kenapa pake balik segala, Dion?"

Dion terkekeh pelan, mengulurkan tangannya dan disambut Prita hingga cewek itu berdiri.

Aku dan Altair (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang