Mari,
Melukiskan semua cerita yang kita punya.
Mari,
Menggambar kenangan manis yang akan selalu kita ingat.
Dan Mari,
Mengenang, semua perjalanan kisah remaja, dewasa hingga kita menginjak di usia tua.
Karena sesungguhnya, kisah persahabatan tidak akan luput hingga kita semua tutup usia.
-Rachellz_Story
***
Satu bulan kemudian,
Prita menggigit ujung kuku jari telunjuknya. Lalu menatap jam dinding, hanya tinggal beberapa detik lagi.
"ta, nanti jari lo bisa kepotong juga"
Gadis itu menoleh dan tertawa pelan ke arah shaka yang meletakkan lemon tea ke arah prita.
Mereka berdua sedang berada di cafe tempat prita bekerja, keduanya gugup karena hari ini adalah pengumuman SNMPTN.
Shaka menatap jam tangan silvernya, cowok berkemeja hitam pendek dengan celana jeans itu menatap prita.
"udah waktunya ta"
Prita meringis pelan, mengangguk siap. Dengan hitungan detik, ia mengklik salah satu tombol keyboard laptopnya.
Klik...
Cewek itu menyipit, perlahan membuka matanya.
"Wah!! Keterima!!"
Cewek itu berjingrak senang, lalu menatap shaka yang tengah meminum ice coffe lattenya.
"selamat ka!"
Uhuk...uhuk...
Shaka menatap prita tidak percaya,
"lo nge cek punya gue duluan?"
Prita mengangguk senang, lalu memutar laptopnya mengarah ke Shaka. Terlihat nama cowok itu dengan baground biru.
"gila lo, keren parah"
Shaka menutup mulutnya tidak percaya, cowok itu tertawa pelan.
"thanks, sekarang giliran lo"
Prita mengangguk semangat, kembali duduk dan mengotak atik laptopnya.
"oke udah"
Klik...
Dengan gerakan yang sama, prita menyipit lalu membuka matanya perlahan.
"wah!!"
Gadis itu menutup mulut dengan kedua tangannya tidak percaya.
***
Klik...
"wah! kamu lolos leon!" seru syifa.
Leon tersenyum tipis, mereka sedang berada di ruang tv sambil melihat pengumuman. Tentu saja dengan wajah bingung leona yang duduk di sofa, sedangkan syifa dan leon duduk di karpet berbulu dengan meja pendek.
"abang lolos apa bunda?" tanya leona lalu mengunyah biskuit coklatnya.
Syifa meraih kepala leon dan mengecup dahi leon, wanita itu tersenyum senang.
"bunda bangga sama kamu!"
"makasih bunda" ucap leon sambil tersenyum.
Lalu mereka kembali menatap layar laptop yang tertera nama Leon Altair yang lolos seleksi dengan jurusan kedokteran.
"bunda senang?" tanya leon.
Syifa menggeleng sambil tersenyum,
"bunda bahagia"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
