98. Tidak ingin lagi

17 1 0
                                        

Tinn!!tinn!!

Brukk!!

Brakk!!!

Leon membulatkan matanya, menyadarkan dirinya. Menoleh ke arah truk yang terhenti setelah melewatinya.

Cowok yang tengah memeluk bola itu lalu menoleh ke belakang, tepatnya ke arah orang yang tiba-tiba menariknya kebelakang tadi.

"prita"

Prita yang memeluk leher leon dari belakang menatap cowok itu dengan tatapan datar.

Leon segera duduk agar tubuhnya tidak lagi menimpa tubuh prita.

"ta lo nggak papa?"

Prita hanya diam, cewek itu tidak menjawab bahkan saat leon membantunya duduk saat kepalanya terantuk pinggiran trotoar.

Beberapa orang langsung menghampiri mereka, langsung panik bertanya untuk memastikan keadaan mereka baik-baik saja atau tidak.

Leon hanya menggeleng sambil tersenyum dan mengatakan dirinya tidak apa-apa.

Lalu cowok itu menatap prita,

"ta, lo nggak papa? Mana yang sakit?"

Tangan leon meraih tangan prita, ternyata siku bagian tangan jaketnya terlihat noda darah, sepertinya terluka karena menahan tubuhnya tadi.

Lalu cowok itu menoleh ke arah anak kecil yang menangis.

"bentar ya?" ucapnya kepada prita.

Tanpa menunggu jawaban prita, leon berdiri dan menghampiri anak laki-laki itu.

"jangan nangis lagi, ini bolanya"

"maaf karena kami, kamu jadi celaka" ucap wanita yang tengah menggendong bayi itu dengan tatapan bersalah.

Leon hanya menggeleng pelan, mengatakan dirinya tidak apa-apa. Sopir truk itupun menghampiri dirinya dan meminta maaf karena tengah lalai.

Leon hanya mengangguk, lalu menoleh kebelakang. Melihat prita yang tiba-tiba bangkit dan berlari meninggalkan kerumunan.

"ta! Prita!"

.
.
.

Prita berlari sekuat tenaga, setelah ia melihat gang buntu dengan tumpukan kardus dan kayu bekas yang sepi, cewek itu masuk ke dalamnya.

Kemudian prita berjongkok sambil menutup kedua telinganya.

"in—ini salah gue...ini salah gue" gumam cewek itu.

"prita" panggil leon.

Prita seakan-akan tidak mendengarnya, cewek itu terus mengatakan kalimat yang sama.

"ini salah gue, semuanya salah gue, gue yang bersalah, gue yang buat leon terluka"

Leon meraih tangan prita saat cewek itu mulai memukul kepalanya sendiri. Leon cukup kaget melihat apa yang dilakukan gadis ini sekarang.

"ta, lo kenapa? Jawab gue" tanya leon pelan.

"gue yang salah, semuanya karena gue"

"gue nggak papa prita"

Lalu prita menatap leon dengan air mata yang tidak bisa lagi terbendung.

"lo celaka karena gue, lo terluka juga karena gue! Jangan deket-deket gue lagi leon!! Lo akan sial!"

Mata cowok itu kian terkejut melihat keadaan prita, perlahan ia merengkuh dan memeluk prita erat.

Tangis prita makin histeris, tubuh cewek itu bergetar hebat.

Aku dan Altair (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang