84. Hanya Denganmu

16 1 0
                                        

Dari ribuan orang yang berusaha menyukaiku,
Dari puluhan orang yang berusaha Aku cintai,
Tapi, ternyata...Hanya Dirimu yang tidak juga pergi dari hati ini.

-Prita Kanahaya

***

Pekan ujian sudah datang, semua kelas, juga angkatan SMA Bina Bangsa sangat fokus menjalani ujiannya.

Hari pertama ujian sudah dilalui mereka,

"wah gila! Ini ujian sekolah atau ujian hidup?" keluh Naren.

Prita memutar bola matanya malas, cewek itu kesal karena harus duduk di samping cowok itu sesuai absen.

"lebay lo, makannya belajar!"

Naren mendengus pelan,

"lo kan emang dari sananya udah pinter ta"

"jelas" jawab Prita cepat.

Naren makin berdecak kesal, namun ide jahil terlintas di kepalanya.

"tapi... Sepintar-pintar nya lo, dalam hal fisika, lo masih kalah jauh sama mantan lo itu" kode Naren melalui matanya mengarah ke arah Leon yang duduk di samping Luna.

Prita ikut menoleh ke arah meja dua baris di depannya, terlihat cowok itu merapihkan bukunya.

Lalu cewek itu menatap Naren tajam,

"lo...ngajak ribut sama gue?" tanya Prita.

"jelas" jawab Naren sombong.

"nggak" lanjut cowok itu.

Prita menghela nafas, merapihkan alat tulisnya dan memasukkan ke dalam tas.

"udah ah, emosi gue sama lo"

Saat Prita berdiri, Naren menahan tali tas cewek itu.

"ta, besok aman kan? Mapel fisika gue buntu banget"

Prita melotot tajam,

"bukannya buntu, tapi udah nggak ada jalan lagi buat lo"

"bukan itu maksudnya Prita, tapi hari ini lo harus belajar keras buat mapel fisika biar gue bisa nyontek lo. Gue tau fisika nggak terlalu mudah buat lo, atau nggak...gue bantu ngomong ke mantan lo biar bisa ngajarin lo? Gimana?"

Refleks Prita mencolok kedua mata menyebalkan Naren dengan dua jarinya.

"makin sinting ni anak, jangan berharap dapet contekan dari gue!"

Dengan cepat Prita berjalan meninggalkan Naren.

"ta!! Prita!?" teriak Naren.

Naren hendak mengejar, tapi tersandung oleh kaki seseorang.

Brukk...

"aduh sial! Siapa yang-" kesal Naren, cowok itu kaget melihat orang yang menyandungnya.

Leon mengangkat tali tasnya ke sebelah bahunya.

"sorry, sengaja" Leon hanya mengucapkan itu, cowok itu lalu pergi dengan tampang tenangnya melewati Naren yang menganga.

"gue sumpahin lo berdua balikan!!" teriak Naren kesal.

***

Leon memutar pandangannya, menatap kondisi perpustakaan yang padat karena pekan ujian.

Ia memutuskan menaiki tangga untuk ke lantai dua, berharap tidak terlalu ramai.

Leon menghela nafas lega saat melihat lantai dua tidak seramai di bawah, matanya kini terfokus ke arah gadis yang tertidur dengan kepala di atas meja di sudut ruangan samping jendela.

Aku dan Altair (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang