Seminggu kemudian...
Leon mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, menatap cermin lalu mendengus pelan melihat hidungnya yang mulai memerah. Tandanya, cowok itu akan pilek dan demam sebentar lagi.
Ceklekk...
Terlihat Syifa yang memunculkan kepalanya dari celah pintu.
"Bunda ganggu ya?"
Leon tersenyum kecil lalu menggeleng.
"masuk aja, Bunda"
Syifa ternyata membawa segelas susu hangat dan menaruhnya di nakas dekat tempat tidur Leon.
Wanita cantik yang mengenakan jilbab berwarna peach itu menatap putranya yang sedang duduk di kursi belajar dan membuka bukunya.
"kamu mau persiapan olimpiade lagi?"
"iya bun"
"jangan terlalu diforsir belajarnya, nanti sakit, Bunda juga yang repot"
"iya Bundaku"
Syifa memutar pandangannya, sudah lama ia tidak masuk ke kamar leon. Selain karena sibuk ke kantor, Leon juga jarang mengizinkan para pembantu masuk ke dalam kamarnya, namun kamar cowok itu sangat bersih karena Leon sering membersihkannya sendiri.
Mata Syifa terpaku melihat pigura kecil di atas nakas. Tersenyum kecil melihat potret Leon, Leona dan Prita dengan kue beserta lilin menyala di tengahnya, foto itu diambil saat Leon ulang tahun.
Dibawahnya terdapat foto Leon dan Prita yang sedang liburan ke Dufan.
"Bang, Bunda mau tanya"
"apa bunda?" tanya Leon tanpa mengalihkan pandangannya ke buku.
"gimana hubungan kamu sama Prita?"
Tangan Leon yang sedang bergerak memegang pulpen seketika berhenti, namun cowok itu langsung melanjutkan kegiatannya.
"nggak gimana-gimana"
"Bunda nggak mau karena masalah rumah tangga Bunda bisa berakibat sama hubungan kamu sama Prita, sayang"
"nggak ada yang harus disalahin Bunda, semua udah terjadi"
"betul, semua udah terjadi, tapi kenapa kamu menjauhi Prita?"
Leon akhirnya memutar kursinya, menatap bundanya kaget.
"Bunda tau darimana?"
"jadi benar, kamu jauhin Prita?"
Leon akhirnya terdiam, Syifa begitu mudah menjebaknya. Wanita cantik itu tersenyum,
"bunda nggak asal tebak, bunda juga nggak ngawasin kamu sama Prita. Yang bunda tau, semenjak kejadian malam itu, senyum kamu perlahan hilang"
Leon seketika tersenyum kecil,
"walaupun aku jutek, aku selalu senyum kok bunda, sama Pak Santoso juga aku selalu senyum"
Bundanya tertawa kecil,
"bukan itu maksudnya, Leon. Tapi senyuman kebahagiaan kamu"
"Leon bahagia, Bunda"
"tapi Kamu cuma pura-pura"
Keduanya terdiam selama beberapa detik.
"yang lain nggak sadar, tapi bunda menyadari. Bunda tau anak bunda itu susah buat senyum ke orang-orang, tapi semenjak kamu kenal Prita, kamu menjadi seorang yang makin hangat, Leon"
Leon mendengarkan perkataan Syifa. Tanpa bundanya sadari, ia mengepalkan kedua tangannya erat.
"kamu jadi lebih sering bercanda, senyum-senyum setiap layar HP, lebih terbuka juga sama bunda"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomansaChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
