Disaat Aku merasa semuanya melelahkan,
'Mereka' yang sudah berada disana...
sering kali berniat mengajakku pulang.
Dan Kamu, memintaku untuk selalu bertahan.
-Prita Kanahaya-
Setelah pelajaran olahraga adalah pelajaran sejarah, kelas 12 MIPA 1 itu begitu gaduh saat mendengar dari Luna bahwa pelajaran terakhir ini hanya ditugaskan mengerjakan beberapa soal di rumah. Tandanya, jam terakhir hari ini adalah Free Class.
Prita mengunyah wafer rasa coklat sambil menatap buku paket fisika yang sedang dikerjakan Leon.
Cewek itu melipat kedua tangan di atas meja dan mengamati jari jemari Leon yang tengah mencorat-coret mencari jawaban.
"ini tugas yang dikumpulin besok kan?" tanya Prita masih mengunyah.
Leon hanya mengangguk pelan, setelah beberapa detik muncul ide di kepalanya.
"lo mau kerjain juga?"
Prita menatap Leon berbinar,
"emang boleh?"
"boleh, gue kerjain sebelah sini, lo kerjain yang sebelah sini" ucap Leon sambil menunjuk bagian buku.
Prita mengangguk semangat, ia mengambil pulpen dari tempat pensil Leon dan mengerjakannya sambil mengunyah wafer.
Mereka berdua mengerjakan dengan tenang.
"anteng banget ya kalian berdua" ucap Rafan mendekat.
"jangan ganggu gue, nanti gue nggak kasih contekan" jawab Prita tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.
"sorry, gue bisa ngerjain sendiri"
Prita menyipit sinis ke arah Rafan yang berdiri di samping meja mereka.
"gue tau, lo pinter fan"
Rafan hanya tersenyum kecil, lalu cowok itu menoleh ke arah Leon.
"yon, Naren sama yang lain ngajak main basket"
"mager"
Walaupun masih mengenakan baju olahraga, Leon malas berkeringat lagi.
"ayolah yon, kita tanding sama kelasnya si Azka"
"kelas dia juga lagi kosong?" tanya Leon masih sambil mengerjakan soal.
"iyalah, kan guru-guru lagi bahas tentang kemah"
Prita berdecak kesal, ketika tidak ada Nina, Rafan sangat menyebalkan sekali.
"Rafan, jangan ganggu Leon! Dia belum selesai ngerjain!" kesal Prita.
"udah kok" jawab Leon, lalu berdiri dan memasukan pulpennya ke dalam tempat pensil.
"hah?!"
"gue udah ngerjain, tinggal bagian lo ta"
Prita mendengus, bisa-bisanya dia ditinggalkan.
"lo mau nitip apa? Biar gue sekalian ke kantin"
Prita hanya menggeleng pelan, Leon akhirnya mengangguk, lalu pergi bersama Rafan.
Prita menghela nafas pelan, lalu kembali mengerjakan soal fisika yang tinggal 1 soal lagi.
Setelah mengerjakan, ia menghabiskan wafernya dan memutar pandangan dikelas. Hanya sisa beberapa cewek yang tengah nonton drakor dan berdandan ria, mungkin karena semua cowok ikut berada ke lapangan jadi srbagian dari mereka pasti ikut menonton.
Prita malas menonton, dirinya sedikit mengantuk karena semalam tidur jam 1 pagi.
Setelah pulang dari Solo, dia mulai sibuk dengan pekerjaan. Jika hari-hari sekolah, cewek itu langsung ke cafe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
Storie d'amoreChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
