Bumi, setidakpantas itukah Aku untuk bahagia?
Sampai-sampai Kau harus meminta langit untuk membuat hatiku terus terluka.
-Prita Kanahaya-
***
Satu jam yang lalu di rumah kediaman syifa.
"nyonya!"
"nyonya!"
Suara bi inah membuat syifa membuka pintu ruangan kerjanya.
"kenapa bi?"
Bi inah terlihat gelisah, ia memegang tangan Syifa.
"i-itu, ada beberapa orang yang masuk ke dalam. Pakai jas nyonya! Sepertinya ada Tuan datang ke sini"
Syifa terlihat tenang, lalu menepuk pundak Bi inah.
"bi inah dengerin saya, bibi lewat pintu belakang dan suruh Pak Hari buat jemput leon dan jangan pulang ke sini"
"ta-tapi nyonya!"
"bi, cepat!"
"gimana sama non yona?"
"yona aman sama saya, yang penting Leon jangan sampai ketemu Ayahnya"
Syifa menatap Bi Inah dengan tatapan meyakinkan, Bi Inah akhirnya mengangguk dan segera pergi.
Wanita anggun yang masih memakai kerudung itu menuruni anak tangga.
Terlihat beberapa orang Pria menggunakan jas berdiri menunggunya.
"Kamu terlalu berisik, Devano" ucap Syifa.
Pria yang memiliki paras begitu mencolok di barisan paling depan tersenyum angkuh menatap mantan istrinya.
"Kamu yang duluan mengusikku, Syifa"
Syifa berjalan mendekat ke arah Devano, duduk di sofa dengan tenang.
"kenapa? Kacau ya karena perusahaanmu hampir bangkrut?" tanya Syifa meledek.
Devano terkekeh, duduk di sofa di sebrang Syifa.
"itu semua karena ulahmu dan ulah Ayahmu"
Syifa tertawa kecil, lalu bersidekap dada.
"salah, itu semua karena kamu nggak bisa menjaga bisnis kotormu, Aku hanya memperkuak dan memolesnya sedikit saja"
Devano mendadak geram, namun wajah tampan dan tegasnya kembali tenang, Pria itu tersenyum kembali.
"kamu benar-benar ingin melawanku, ternyata"
"lawan saja, dengan kekuatan dan kekuasaanmu"
"tentu saja, tapi ada yang lebih menarik daripada itu. Hal sederhana yang membuat kalian sama-sama hancur"
Syifa kini menatap tajam Devano,
"dia darah daging Kamu Devano, Kamu mau jadi manusia nggak tau diri?"
"suruh siapa kamu mengusik Aku?"
"permasalahan perusahaan nggak ada sangkut pautnya sama gadis itu!"
Devano tertawa kecil, menyandarkan tubuhnya santai.
"Kamu kan tau, Leon itu mirip denganmu. Sekalinya dia di sakiti, dia nggak akan pernah mengampuni mereka lagi. Apalagi memgenai perasaan Bundanya?"
Syifa menatap bengis Devano yang masih menatap dirinya dengan tersenyum.
***
Leon mengernyitkan dahinya pelan, pemeran yang sebenarnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
