Kita masih saling peduli,
Masih saling menyayangi,
Selalu menyebut nama di setiap doa,
Namun, mengapa tetap tidak bisa bersama?
-Leon Altair & Prita Kanahaya
***
Hari senin ini, semua murid sibuk mengerjakan tugas-tugas yang belum terkumpul. Dikarenakan minggu depan adalah ujian semester pertama, maka minggu ini adalah waktunya ulangan harian.
Suasana di kelas kembali normal, entah karena apa, saat Prita datang semua berbondong-bondong melayangkan maaf kepadanya. Kata Mona, ada siswa kelas 10 yang mengakui bahwa ia yang memasukkan dompet Kas Kelas ke dalam plastik milik prita di kantin.
Prita hanya mengangkat bahunya acuh tidak perduli, ia masih bersiap untuk masalah yang akan di hadapinya di lain waktu.
Suara bel istirahat terdengar, Prita menumpukkan buku yang berisi tugas-tugas yang belum di serahkannya.
"ta, lo mau ke kantin?" tanya Rafan.
"duluan, gue mau ke ruang guru dulu"
"gue sama Nina nunggu di kantin ya?"
"hm, lo liat Dion?"
"dia udah duluan sama Naren"
Prita hanya mengangguk pelan, cewek itu membuka tasnya untuk mencari buku fisikanya.
"eh kalian tau nggak? Katanya Leon cabut dari jogja sehari sebelum olimpiade"
Suara di meja depan terdengar di telinga Prita, pasti Nada dan gengnya.
"awalnya gue nggak percaya tau, tapi ngelihat dia dipanggil Pak Santoso sekarang, bikin gue percaya"
Prita menoleh ke arah kursi Leon yang ternyata kosong. Ia berpikir pelan, namun kembali mengangkat bahunya acuh, tidak mau ikut campur.
"iya, makannya baru babak satu, sekolah kita udah keluar. Mana sanggup anak kelas 11 ngerjain soal olimpiade sendirian?"
Prita memberhentikan gerakan tangannya,
"oh namanya Syakira kan? Dia cewek yang dibela Leon di depan pacarnya?" Nada melirik Prita sebentar.
Prita menumpukkan bukunya saat sudah terkumpul semua, Prita akhirnya beranjak.
Nada dan teman-temannya terlihat gugup saat Prita melewati mejanya, namun cewek itu acuh berjalan keluar kelas.
Prita menyelesaikan tugasnya, hanya tersisa buku fisika namun tidak ada Pak Santoso di ruang guru, padahal penilaian terakhir hari ini, Prita harus mendapatkan nilainya segera.
Ia berjalan ke arah lab fisika karena katanya, beliau ada di sana.
***
Leon menunduk dengan duduk tenang, tidak berani melihat Pak Santoso yang berdiri di hadapannya dengan tatapan marah.
Juga Syakira yang ikut menunduk dan berdiri di samping guru fisika tersebut.
"bapak tidak habis pikir sama kamu, Leon"
"jujur, bapak kecewa sekali sama kamu. Mau sepribadi apapun masalah kamu, tapi perlombaan ini tetap penting bagi sekolah"
"maaf, pak" ucap Leon, karena hanya itu yang bisa ia katakan sekarang.
Pak Santoso menghela nafas lelah, pria itu bersidekap dada.
"jadi, apa alasan kamu kabur sehari sebelum olimpiade kemarin?"
"seperti yang bapak ketahui, itu urusan pribadi Saya, pak"
"sepribadi apa sampai kamu tidak memberitahukannya?! Kamu pikir Saya lagi main-main?! Kamu itu sudah mempermalukan nama sekolah! Kalo dari awal kamu nggak bisa mengikuti olimpiade ini, lebih baik dari awal kamu mundur!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
