Tidak ada satupun hal yang Aku takutkan di dunia ini,
Kecuali kehilangan Kamu.
-Prita Kanahaya
***
Hari-hari berlalu begitu cepat, tidak terasa besok adalah hari dimana SMA Bina Bangsa melakukan kegiatan kemah dua hari satu malam ke Bandung.
Sebenarnya Prita tidak terlalu minat untuk ikut, hari kerjanya jadi terpotong karena hal itu. Tapi kegiatan ini adalah bagian dari tugas sekolah, jika tidak ikut maka tergantikan dengan membuat laporan yang jauh lebih rumit dan lama.
Besok pagi, sekitar jam 5 subuh ia akan berangkat ke sekolah untuk berkumpul sebelum menggunakan bus sebagai alat transportasi ke Bandung.
Cewek itu menatap jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul satu pagi, hari ini ia baru pulang bekerja dari cafe karena sedang lembur.
Perlengkapannya dia sudah siapkan satu hari yang lalu, Prita merebahkan dirinya di kasur. Ia memutuskan untuk tidur sebentar.
.
.
Hanya beberapa menit, Prita yang tadinya ingat bahwa ia sedang tertidur kini berada di sebuah gedung tua. Sinar cahaya bulan yang masuk membuat celah-celah dinding gedung tua itu sedikit bersinar.
Prita berjalan pelan memasuki lorong demi lorong. Cewek itu menoleh saat melihat ada pintu yang terbuka sedikit, Prita berniat membukanya.
Krieett...
BRUKK...
Prita jatuh terduduk, saat membuka pintunya matanya langsung terpaku melihat seorang cowok yang tergeletak dengan pisau yang tertancap di perut sebelah kirinya.
Prita langsung berjatuhan air mata, cewek itu menarik rambutnya sendiri.
Namun suara sepatu pantopel berwarna hitam memecah keheningan malam itu. Suara langkahnya makin terdengar hingga Prita bisa merasakan seorang Pria berdiri di sampingnya tapi tidak berniat dilihat olehnya.
"jangan menangis, semua ini kan karena Kamu penyebabnya" ucap Pria itu.
"NGGAK!!"
"NGGAK MUNGKIN!!"
"LEON!!"
.
.
Prita langsung bangkit dari tidurnya, jantungnya yang masih berdetak begitu cepat bersamaan dengan wajah lelahnya.
Cewek itu memegangi kepalanya sendiri, menatap layar ponselnya menunjukkan pukul 3 pagi. Ia beranjak dan mencuci mukanya, ia tidak akan tidur lagi.
***
"selamat pagi, sayang"
Prita tersenyum saat membuka pintu mobil, terlihat Syifa yang duduk di kursi kemudi.
"selamat pagi juga, bunda"
Prita duduk di kursi belakang, sedangkan Leon menatap cewek itu dari kursi depan lewat kaca mobil bagian depan, lalu kembali fokus pada ponselnya.
"kamu udah sarapan?"
"Prita nggak biasa sarapan pagi-pagi, Bunda"
"yaudah, berarti nanti bekalnya kamu makan buat nanti di bus ya?"
"makasih banyak, Bunda"
"sama-sama sayang, kita berangkat ya?"
Lalu mobil itu melaju ke sekolah.
***
Leon terus mengamati Prita, cewek itu aneh lagi. Prita jalan duluan ke arah bus setelah berpamitan ke bunda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
