Tenanglah,
Akan ku lindungi kamu dari semua itu.
Musuh, Sekutu, ataupun Hantu sekalipun.
-Leon Altair-
***
Satu bulan berlalu, hari-hari di kelas 12 dipenuhi penderitaan bagi seorang Prita, selain tugas yang diberikan lebih banyak, ia harus bekerja lebih ekstra untuk menabung selama kurang lebih setahun.
Walaupun cewek itu belum tahu arahnya ingin kemana, tapi ia yakin biaya yang ditanggung tidak sedikit. Setidaknya ia harus mempersiapkan diri.
Prita mengusap keringat di dahinya, sebelah tangan kirinya memegangi perutnya. Aneh, biasanya saat ia datang bulan, ia jarang merasakan sakit ataupun nyeri seperti cewek kebanyakan.
Namun entah mengapa hari ini, dirinya begitu menahan sakit dari semalam.
"guys! Ayo cepet ganti baju olahraga, udah ditungguin Pak Jony, hari ini pengambilan nilai basket" ucap Luna, sang Ketua Kelas.
Semuanya beranjak segera untuk mengambil baju olahraga mereka. Leon yang tengah memasukan peralatan tulisnya ke dalam tempat pensil menoleh ke arah Prita yang menunduk.
"masih sakit? Nanti gue minta izin ke Pak Jony, lo ke UKS aja"
Prita menggeleng pelan, rasa sakitnya masih bisa ia tahan.
"nggak papa, gue masih kuat yon"
Apalagi sekarang adalah pengambilan nilai, ia tidak mau repot-repot mengulang tes sendirian.
Leon mengamati Prita sebentar, tidak lama datanglah Luna.
"ta, lo mau ikut ganti baju?"
"ayo"
***
Namanya juga perempuan, padahal hanya ganti baju tapi sudah 10 menit berlalu.
"heran deh gue sama cewek-cewek. Di toilet ngapain aja coba?" tanya Naren.
"jangan-jangan mereka ke kantin dulu" ikut Niko.
Leon dan yang lainnya hanya mendengarkan.
"oh iya gue baru ingat, gue ada cerita dari kelas sebelah"
"gibah terus!" sindir Rafan.
Naren berdecak, cowok tinggi itu terlihat akan bercerita meyakinkan.
"ini cerita asli dari kelas sebelah, lo pasti pada penasaran"
Cowok-cowok itu membiarkan Naren mulai mendongeng.
"kalian tau gudang tempat penyimpanan alat-alat olahraga kan?"
Mereka mengangguk bersamaan,
"nah, katanya ada anak kelas sebelah melihat penampakan cewek yang pakai seragam sekolah kita lagi nangis di dalem gudang itu" ucap Naren.
"oh gue tau, ini kan ada sangkut pautnya sama kejadian 5 tahun lalu, Katanya ada cewek yang bunuh diri di dalem gudang itu" kata Niko ikut menambahkan.
Seketika semuanya ikut merinding, tidak lama Pak Jony datang.
"disuruh pemanasan, kalian malah ngerumpi, dasar cewek" ucap Pak Jony.
"kita cowok pak"
"loh, salah ya?"
Semuanya menghela napas mendengar ucapan Pak Jony.
"kami ini gibah karena nungguin cewek lama Pak ganti bajunya"
"tenang saja, tadi bapak sudah kepapasan sama mereka. Sebagai hukuman, bapak suruh mereka ambil bola basket di gudang"
"nah bagus tuh pak!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
