"gue nggak apa-apa tanpa semuanya, ambil aja semuanya kecuali lo"
-Prita Kanahaya
***
"LEON!!"
"LEON LO DIMANA?!"
"Leon, lo marah ya sama gue?!"
"Leon jawab gue!"
Prita memutar pandangannya sambil berjalan, hanya bermodalkan lampu flash dari ponselnya.
Sebenarnya dia mulai takut, tapi kehilangan keberadaan Leon membuatnya jauh lebih takut.
"Leon! Lo denger gue nggak?!" teriak Prita.
"Leon...maafin gue" gumam Prita.
Prita masih memutarkan pandangannya. Hingga tidak tau dia berada di pinggir jurang.
Brughh
"AAA!!"
Brukk!
Prita meringis karena tubuhnya merosot ke bawah, celana bagian lututnya sobek karena tergores rerumputan dan ilalang kering.
Tidak lupa, kakinya yang kini tertimpa batu.
Dengan cepat ia mengangkat batu itu, batu yang cukup besar dan berat bagi dirinya.
Akhirnya batu bisa dipindahkannya, Prita meringis melihat betis kaki kirinya yang berdarah.
Mata cewek itu mulai memerah, Prita akan menangis. Mungkin ini adalah karma untuknya.
"Leon, gue minta maaf..." lirih Prita.
***
Rafan beberapa kali berdecak keras, memikirkan apa yang harus ia lakukan. Cowok itu menyugarkan rambutnya ke atas.
Setelah 10 menit Prita pergi, dirinya begitu terkejut karena Leon tiba-tiba memunculkan dirinya sambil mengalungkan kamera di pundak kanannya dan berjalan santai.
Dengan cepat Rafan berlari dan mencengkram kerah kaos hitam cowok itu.
"dimana Prita?" tanya Rafan tajam.
Leon mengerutkan kening,
"emangnya dia kemana?" tanya Leon balik.
Rafan menghela nafas, cowok itu melepaskan cengkramannya. Bagaimanapun hal ini tidak ada hubungannya dengan Leon.
"Prita...Prita nyusul lo ke atas karena lo belum turun juga sampai matahari udah tenggelem gini"
Leon terkejut, lalu menoleh ke belakang. Kemudian kembali menatap Rafan.
"jadi Priita masih di atas?"
Rafan mengangguk lemas,
"maaf gue nggak bisa jaga Prita"
"itu nggak penting sekarang" ucap Leon.
Leon memegang kedua pundak Rafan,
"fan dengerin gue, gue akan balik ke atas lagi. Lo kembali ke lapangan dan minta bantuan orang-orang buat cari Prita"
Rafan tetap menunduk,
"fan!" panggil Leon.
Rafan tersadar, dia pun mengangguk. Leon membalasnya juga dengan anggukan juga,
"nitip kamera gue"
Rafan mengambilnya dan mereka berdua berpisah.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
