"tak semua rahasia harus dikeluarkan, karena beberapa orang hanya sekedar penasaran, tanpa mau mengulurkan tangan"
-Leon Altair
***
"abang ayo bangun" ucap seorang wanita yang sudah lengkap dengan mukena berwarna putih yang telah membaluti kepalanya.
"bentar lagi bunda" ucap cowok yang sedang nyamannya terbalut selimut berwarna navy.
"dari bentar-bentar mulu, buruan nanti keburu telat solat subuhnya!"
"lima menit lagi bun" ucap cowok itu sambil masih memejamkan matanya.
"ngga ada! Buruan bangun!"
"bentar lagi bun, please" ucapnya dengan nada memohon.
Syifa, wanita berumur hampir memasuki kepala empat itu kini bersidekap.
"bangun sekarang, atau bunda bakar semua buku astronomi kamu!" ucap syifa final.
Kini, cowok itu langsung terjengkit kaget dan mendudukan dirinya walaupun masih memejamkan matanya.
"bunda curang" keluhnya.
Dia leon, cowok pecinta buku astronomi atau dunia perbintangan. Entah sejak kapan pemuda itu menggilai buku tentang luar angkasa itu, yang jelas cowok itu paling sensitif jika sang bunda mengancam ingin membakar semua buku kesayangannya itu.
***
Leon kini membuka helm fullface nya, saat dirinya sudah berada di lapangan parkir sekolah.
Dirinya menghela napas sebentar melihat bangunan di depannya ini yang masih belum terbiasa dilihatnya.
Ya, dirinya baru saja pindah seminggu yang lalu ke sekolah ini. Dengan segala macam alasan yang tidak diketahuinya itu. Bunda, dirinya juga sang adik perempuannya yang masih berada di sekolah dasar harus pindah tanpa mengajak sang ayah.
"tumben banget lo dateng siangan yon" ucap azka.
Leon kini berdecak,
"gausah basa-basi, bilang aja lo mau minta PR ke gue kan?"
Leon memutar bola matanya malas saat melihat azka terkekeh karena niatnya sudah ketahuan duluan. Selama seminggu ini, leon sudah mengenali sifat azka yang pemalas. Namun karena cowok ini baik, ia langsung membiarkannya saja saat azka mengakrabkan diri kepadanya.
"hai wan kawan!!"
Sapaan itu membuat keduanya menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya seorang cowok yang sedang menyengir sambil membawa paperbag berisi banyak snack juga minuman botol.
Leon kini menggeleng pelan saat melihat satu lagi sahabat barunya itu. Dia aldo, cowok yang entah darimana selalu membawa banyak makanan di dalam tas nya.
Dikarenakan orang tuanya memiliki usaha supermarket yang cukup besar, cowok itu selalu disebut-sebut sebagai 'snack berjalan' karena sering membagikan makanan ringan kepada teman di kelasnya.
"temen gue kenapa ngga waras semua sih?" gumam leon pelan.
"ngga boleh gitu yon, kita ini temen yang bisa ngebantu lo masuk surga" ucap azka yang mendengar gumaman leon.
"ngebantu nyontekin PR gue maksud lo?"
"ngga yon, kalo ni bocah, lo hanya dapet pahala doang" ucap aldo samb menoleh ke arah azka.
"kalau gue, udah dapet pahala, lo dapet snack juga!!" ucap aldo riang sambil menunjukkan paperbag yang berisi snack.
Jawaban aldo membuat cowok yang masih menggenggam buku astronomi itu makin memutar bola matanya malas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
