Disaat Aku merasa sudah sangat lelah dengan semua ini...
Boleh kan sekali ini saja Aku berpikir masih mengharapkanmu?
-Prita Kanahaya
***
Prita perlahan membuka matanya, cewek itu tersadar sebentar. Dirinya merasa begitu ringan karena di angkat seseorang dan dibawa ke sebuah koridor.
Ah...pasti ini mimpi. Gadis itu menatap ke atas, melihat siapa yang membawanya tapi kembali meringis saat merasakan kepalanya begitu sakit.
"Leon..."
Selagi berada di mimpi...Prita boleh memanggil nama cowok itu kan?
"Leon...sakit"
Prita masih memejamkan matanya, tanpa sadar Prita mengalungkan kedua tangannya erat ke arah leher seseorang yang membawanya.
"Leon jangan tinggalin gue..."
Tidak ada jawaban selain suara lirih dari mulut Prita.
Prita merasa memasuki sebuah ruangan, ia kembali merasakan dirinya di rebahkan ke ranjang.
Saat orang yang membawanya ingin melepaskan rengkuhannya, Prita sontak mengeratkannya. Gadis itu kembali memeluk leher seseorang yang tubuhnya begitu hangat, dengan aroma sejuk seperti hutan.
Cewek itu kembali meracau memanggil nama Leon.
"kenapa lo begitu jahat ninggalin gue?"
Prita kemudian terisak pelan.
"gue...gue sendirian"
Cewek itu akhirnya menangis keras, Prita bisa mendengar tangisannya sendiri.
"Leon, hati gue...masih sakit, nafas gue sesak"
"gue mau pulang"
Prita masih menangis, cewek itu sesegukan sendiri.
"gue mau pulang!!"
Setelah itu, Prita merasakan orang itu merengkuh tubuhnya, membawa Prita ke dalam pelukannya. Tidak lupa, tepukan yang begitu tenang terasa di punggungnya.
Perlahan, Prita kembali tenang. Cewek itu masih memejamkan matanya. Prita, kembali pingsan.
"maaf..."
***
"Prita!" kaget Luna saat Prita langsung terduduk di ranjang UKS.
Gadis tinggi dan tomboy itu meringis saat melihat Prita yang memegangi kepalanya yang di perban.
"ta, lo kenapa langsung duduk sih? Ayo tiduran lagi"
"Lun, gue kenapa?"
Luna menghela nafas pelan,
"tadi lo pingsan di kelas pas mau kumpulin kertas jawaban"
Prita menepuk jidatnya pelan.
"ulangannya gimana? Nanti bu Juli-"
"bisa nggak sih lo kurangin ambisnya?" potong Luna geram.
"gue takut bu Juli marah, Lun"
"gimana dia bisa marah? Ngelihat lo mimisan terus nggak sadar aja dia panik. Pasti ulangan lo dikasih keringanan"
Prita menghela nafas lega, ia menurunkan kakinya ke sampimg ranjang.
"lo mau kemana lagi, Prita?"
"ke kelas, gue udah merasa enakan Lun"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Altair (End)
RomanceChapter I : Saat Kita Bertemu Prita Kanahaya, cewek matre yang berusaha pura-pura kaya untuk mendapat kepopuleran di sekolah. Dengan bermodalkan Kecantikan dan Kepintarannya, ia dengan mudah bergabung dengan circle paling dikagumi di sekolah. Bagi...
