63. Aku Perisainya

21 1 0
                                        

Dari dulu, Aku sudah berdampingan dengan Luka,
Namun Aku sangat berharap,
Jika suatu saat nanti aku sudah bersamamu
jangan ada akhir Duka diantara Kita

-Prita Kanahaya-

***

Prita menatap tajam Kayla yang s
daritadi menatap Leon.

"lo tau gimana reaksi orang-orang setelah Kita pergi dari sini?"

Kayla tersenyum kecil,

"nggak ada yang bisa mengusik aku, papah aku pemimpin di sini"

Prita membalasnya dengan tersenyum miring.

"tenang aja, gue juga bukan warga di sini"

Tatapan mereka makin sengit, entah mengapa Prita merasa Kayla mulai gelisah. Gadis berkaos kuning muda itu menoleh ke arah Leon,

"setelah ini lo pulang"

Leon mengernyitkan dahinya bingung,

"ke hotel?"

"ke Jakarta"

"NGGAK!"

Leon dan Prita sontak kaget melihat Kayla yang tiba-tiba berteriak.

"DIA NGGAK BOLEH PERGI!"

"POKOKNYA DIA HARUS TETAP DI SINI!" Lanjut Kayla.

"Lo pikir lo siapa bodoh?!" Prita maju, namun Leon kembali menahan tangan cewek itu.

"DIA MILIK AKU! NGGAK BOLEH ADA YANG NGUSIK MILIK AKU! SAMA SEKALI NGGAK BOLEH!"

"gila" gumam Prita tidak sadar.

Dengan tangan Cewek itu, prita mendorong Leon ke belakang beberapa langkah. Ia takut Kayla berbuat nekat.

Namun benar saja, di samping gadis itu ada meja kecil berisi gelas dan teko air. Dengan cepat kayla memegang gelas itu dan memecahkannya ke sudut meja.

PRANGG...

Satu kepingan besar di genggamnya,

"Kayla jangan gila lo" ucap Prita mulai merendah.

"KALO DIA PERGI, AKU BAKAL LUKAIN DIRI!"

Leon hendak maju, namun lagi-lagi Prita menahan cowok itu.

"ta" panggilnya.

"berhenti di situ, lo nggak usah ikut campur" ucap Prita.

Kayla tertawa kecil kemudian,

"nggak ada yang bisa nolak keinginan Aku, semua yang aku inginkan harus terjadi"

Prita menoleh ke arah Kayla, cewek itu bersidekap dada menatap santai gadis yang lebih muda darinya.

"oh ya?"

Mereka bertiga kembali terdiam beberapa detik,

"serius lo mau lukain diri sendiri?" tanya Prita.

"ta!" ucap Leon.

Prita terkekeh, ia tahu jalan pikiran gadis berbalut dress biru muda dihadapannya itu. Apapun yang orang lain katakan, Kayla tetaplah seorang anak remaja.

"Kakak pikir Aku bercanda?" tanya Kayla.

"lo pikir gue percaya?" tanya Prita balik.

Kayla memasang wajah kesal, cewek itu dengan angkuh mengarahkan pecahan kaca itu ke arah lehernya.

"siapa itu namanya...Kayla. Mending lo berhenti" ucap Leon sambil mulai mendekat maju.

Kayla menatap Leon,

Aku dan Altair (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang