Ella memutuskan untuk keluar dari rumah neraka itu. Kakinya menghentak-hentak kuat. Melampiaskan sisa amarah setelah memaki Aisa.
Meski ia masih belum puas.
Kini Ella mengarah ke carport. Melihat jejeran mobil besar terparkir rapi di sana. Lalu Ella melihat sebuah mobil baru di pojok mobil ber cc besar. Mobil yang belum lama dibelikan Ken untuknya karena insiden kemarin.
Ella langsung sumringah mendekati mobil barunya.
Langkahnya melambat melihat Ajik sedang membuka kap depan. Ella mengernyit. Ajik tampak sibuk memegang kunci dan mengotak-atik mobilnya.
Merasa ada yang tidak beres, Ella mendekatinya.
"Ada apa dengan mobil baruku?"
Ajik terkesiap dan menoleh cepat, "oh, Mbak Ella. Kaget saya."
"Diapain mobil baruku?" Ella menyahutinya dengan nada curiga. Sebaik-baiknya Ajik, Ajik tetap seorang preman. Siapa tahu kebaikan Ajik malah menjerumuskan ke hal-hal yang tak terduga, bisa jadi kan?
Namanya juga manusia yang memiliki banyak spekulasi. Baik dan buruk.
"Saya disuruh Bang Ken buat ngecek mobil baru Mbak. Biar aman aja," ujar Ajik santai, tapi Ajik merasa bahwa ia dicurigai.
"Ini kan mobil baru. Buat apa dicek lagi?"
"Mobil baru pasti masih ada cacatnya Mbak," Ajik tersenyum lalu merapikan kunci-kuncinya ke kotak. "Mau tes drive?"
Ella masih menatapnya curiga.
"Kalau Mbak nggak keberatan, saya ajak Mbak ke pasar pakai mobil Mbak mau nggak? Saya yang nyetir biar Mbak percaya."
Ella masih mengernyit, "ke pasar kok naik mobil?"
"Kebetulan habis cek mobil Mbak saya mau nugas ke pasar. Biar Mbak percaya sama saya, saya ajak Mbak ke pasar pakai mobil Mbak. Kalau mobilnya bermasalah dan Mbak kenapa-kenapa, Mbak bisa bunuh saya saat itu juga. Ya lumayan juga naik mobil, adem nggak panas hehehe"
"Masa?"
Ajik mengeluarkan Glock nya membuat Ella beringsut menjauh. "pegang senjatanya biar Mbak bisa langsung tembak saya kalau saya bohong."
"Ih, apaan sih? Yaudah aku ikut ke pasar. Beneran kau yang bawa mobilnya ya?"
Ajik memberi gestur hormat lalu menyembunyikan Glocknya lagi, "siap."
Tak butuh waktu lama Ajik dan Ella pergi dan Ajik mengendarai mobil baru Ella.
Layaknya mobil baru, Ajik nyaman mengendarai mobil itu. Apalagi mobil yang Ken berikan ber cc besar juga sehingga Ajik bebas mempercepat laju.
Ella juga merasa senang dan nyaman dengan mobil barunya. Interiornya lebih mewah dari mobil miliknya sebelumnya.
Mencapai pasar, mereka harus melalui hutan dan sungai sampai ke ujung jalan. Ajik bilang perjalanannya menempuh waktu selama sepuluh menit. Pasar di sini cukup jauh untuk ruas jalanan yang terlihat longgar. Bahkan sepi. Dapat dihitung dengan jari banyaknya kendaraan melintas, itupun pengendaranya adalah anggota Tombak Api.
Kata Ajik markas mereka memang sengaja jauh dari pemukiman. Selain menghindari pengawasan warga akan kegiatan gelap mereka, ini demi mengamankan warga agar terhindar dari aksi kekerasan yang sewaktu-waktu terjadi dan tak bisa dikontrol.
Tibalah mereka di pasar besar. Ella keluar lebih dulu agar Ajik bisa memarkirkan mobil di ujung pasar.
"Saya ngiter pasar dulu, Mbak mau ikut nggak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Taste Reliever
RomanceImpian pernikahan yang Ella idamkan di umur 35 tahun ini harus kandas karena sang kekasih berselingkuh. Setelah putus, Ella bingung sampai frustasi bagaimana ia harus menceritakan akhir kisah cintanya kepada sang Ibu--yang selalu menuntut Ella untuk...
