Part XXI

6 4 1
                                        

Bellona pulang tidak terlalu telat hari ini, waalu hari sudah menunjukan pukul Sembilan malam namun itu bukanlah masalah, karena tanpa sepengetahuan Bellona, Chatra sudah lebih dulu meminta izin kepada ayah nya, Bellona begitu beruntung bisa mengenal Chatra sebagai laki-laki yang tidak pernah melakukan hal sembarangan dan merepotkan orang lain, bahkan saat ingin mengajak Bellona jalan, Chatra dengan sempatnya meluangkan waktu untuk meminta izin kepada ayahnya yang terkenal begitu disiplin kepada putri kesayangan nya ini, dengan begitu ayahnya tidak perlu merasa khawatir lagi kemana Bellona pergi hingga malam menjelang saja dia belum pulang untuk menapakan kakinya dirumah nya yang bahkan bisa lebih nyaman dari pada angina luar yang bisa membuat demam jika terlalu lama terpapar.

“Sudah pulang” Kata Ayah nya saat Bellona dengan berani membuka pitu depan tanpa harus mengendap-endap jika ayah nya berada dirumah.

“Iya pa, maaf jika Bellona telat” Balas Bellona.

“Hahahah  Cuma telat lima menit, tidak masalah jika perginya bersama dengan Chatra, papa tau dia pria yang baik dan bisa menjaga dirimu” Balas ayahnya dengan lembut.

“Baru kali ini papa tidak marah saat Bellona keluar bersama seorang laki-laki” Balas  Bellona.

“Itu karena laki-laki yang kali ini, adalah laki-laki yang papa yakini dia sangat baik, dan juga tampan” Balas ayah nya.

“Hahahah papa bisa aja, ya sudah Bellona izin kekamar untuk siap-siap istirahat” Balas Bellona.

“Ya sudah, selamat istirahat ya” Sambung ayah nya sambil mengecup lembut kening putrinya itu.

Bellona beranjak kekamarnya dan langsung membersihkan dirinya dari abu jalanan yang menempel diseluruh pelindung tubuh Bellona itu, setelah selesai mebuat dirinya segar dengan berendam didalam bathub dengan air panas dan buih-buih sabun itu, Bellona segera mengambil tas nya dan mengambil disk yang tadi dia temukan didalam tas nya, Bellona belum tau apa isi dari disk itu dan sangat penasaran dengan isi nya, Bellona sangat penasaran terlebih lagi kepada siapa yang telah menaruh disk ini didalam tas nya yang dia tinggalkan saat jam istirahat tadi disekolah, disk yang berbentuk piano itu memang menyimpang sbeuah kebingungan didalam pikiran Bellona, Dengan sangat cepat Bellona segera mengambil laptop nya dan memasang disk itu lalu melihat apa isi dari disk itu.

“Sebuah file dan isinya video!?” Kata Bellona bingung apa maksud dari video yang ada disk ini.

Bellona menekan kursor laptopnya kearah video itu, sehingga video itu menyala dan memutarkan sebuah adegan yang ada saat malam dimana pesta dirumah Darel berlangsung, video yang menunjukan aksi yang membuat Bellona sesak karena adegan yang ada didalam video itu, namun Bellona tidak sedkitpun meniatkan menghentikan video yang terus berputar itu, Bellona justru mengamati setiap gerakan detik dari video itu yang menunjukan apa saja yang terjadi didalam video tersebut.

“Semua orang menari, bahkan didalam video ini Iden juga terlihat sambil memegang kamera, itu artinya Iden bukan pelaku penyebaran video ini, apa memang ada yang ingin mempropokasikan gue dan yang lainnya, tapi siapa dan kenapa dia melakukan itu!?” Tanya Bellona bingung.

Bellona masih memandangi video itu dan memutarnya beberapa kali sampai ponsel miliknya mengeluarkan bunyi dering dan membuat Bellona berhenti melihat video itu lagi dan segera mengambil ponselnya yang ternyata adalah seorang Chatra yang mengirimi dirinyaa pesan yang hanya sebuah stiker chat yang bergambarkan seorang pria dengan mawar dan mengucapkan selamat malam, Bellona hanya tertawa kecil dan membalas peasan tersebeut dengan sebuah stiker chat yang juga mengucapkan selamat malam, Chatra dengan cepat membuat Bellona langsung lupa dengan apa yang sedang dia lakukan.

“Ehh kenapa termenung, sarapan yang benar, jika tidak kamu akan terlambat” Kata ayahnya Bellona saat mereka sedang menyantap sarapan bersama.

Mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya Bellona segera menyuapi sarapannya kedalam mulutnya walau otaknya masih berfikir siapa yang meletakan disk yang isinya ingin membuat Bellona memcahkan disk itu dengan genggaman tangan nya.

“Bellona berangkat dulu ya pa” Kata Bellona pamit.

Kali ini Bellona sengaja tidak meminta Chatra untuk menjemputnya, bukan karena dia tidak mau tapi Bellona harus kesuatu tempat yang mana Kiyoko dan Quennie sudah menunggu dirinya disana, Bellona menghubungi mereka berdua dan mengatakan hal tentang disk itu, walau sebenarnya Bellona agak merasa malas untuk berbicara secara langsung kepada dua sahabatnya itu lagi, namun dia harus melakukan itu untuk menanyakan agar semuanya pasti.

“Kalian sudah lama disini!?” Tanya Bellona saat sampai ketempat yang mereka janjikan.

Disebuah toko roti kecil dipinggir jalanan raya yang belum banyak dilalui orang, Bellona meminta Kiyoko dan Quennie datang untuk bertemu, toko roti milik Kiyoko ini akan menjadi saksi pertemuan mereka yang pertama setelah insiden yang menyakitkan untuk Bellona sehingga membuat mereka tidak berbicara dalam waktu yang lama.

“Tidak terlalu lama ko, kami berdua juga baru sampai” Balas Quennie.

“Baguslah itu berarti gue tidak membuat kalian berdua menunggu lama, baiklah ini disk yang gue maksud” Balas Bellona langsung memberikan disk itu kepada Kiyoko dan Quennie.

“Disk ini yang berisi video gue dan Darel itu!?” Tanya Quennie memastikan.

“Hmm dan didalam video ini bahkan Iden terlihat sedang merekam, itu artinya ada kamera lain yang mereka adegan senonoh lo dan Darel” Jelas Bellona sambil menahan rasa sakitnya.

“Aishh gue itu adegan yang kurang mengenakan tapi ada baiknya lo berbicara sedikit tidak menyudut gue kali ini”  Balas Quennie.

“Hmmm yahh  akan  gue coba, karena memang gue selalu jujur dengan perasan yang gue sedang rasakan” Balas Bellona.

“Hmmm sudah hentikan, tidak ada gunanya kalian berdebat untuk hal yang sudah terjadi sekarang, Bell gue tau lo begitu marah dengan kita berdua terutama Quennie, tapi gue mohon sekali saja ayok kita buktikan bahwa persahabatan ini tidak pantas untuk dibubarkan dengan cara kotor seperti ini” Jelas Kiyoko.

“Setelah  semua yang kalian lakukan!? Kalian masih ingin mempertahankan persahabata ini!?” Balas Bellona.

“Gue tau kita sudah berkhianat kepada Lo, tapi apa yang lo sebut berkhianat itu tidak pernah kita lakukan, Quennie memang sudah menyukai Darel sebelum lo, dan saat Quennie tau bahwa lo juga menyukai Darel, Quennie menahan perasaannya, dan tidak sedikitpun Quennie tau jika Darel akan memanfaatkan perasaan lo demi mendapatkan Quennie, Bell” Jelas Kiyoko.

“Kiyo benar, Gue bahkan tidak berniat sama sekali untuk menyakiti lo, gue ga tau jika adegan malam itu terjadi, gue dalam keadaan mabuk Bello” Sambung Quennie.

Kepercayaan yang hilang mungkin tidak akan mudah bisa kembali seperti dulu lagi, Bellona hanya mencoba untuk bersikap netral dan menerima bahwa Kiyoko dan Quennie adalah sahabatnya yang selalu mebuat dirinya tertawa walau dia dalam keadaan sedih yang mendalam.

“Hmmm  akan gue coba, kita akan buktikan sekali lagi bahwa persahabatan ini pantas dipertahankan” Balas Bellona.

For a While Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang