“Melihat Keenan tadi, sepertinya ada hal yang begitu dikhawatirkan olehnya” Kata Bellona yang duduk disamping Chatra.
Setelah kejadian tadi, Keenan memilih pergi dan entah kemana Chatra juga tidak mengetahui hal itu, namun Chatra tau jika Keenan tidak akan marah kepada nya dalam waktu yang lama, Chatra tau apa yang dikhawatirkan sahabatnya itu, namun Chatra tidak ingin melihat Keenan terlalu khawatir sehingga menjadi tidak fokus, karena itu Chatra merasa tidak perlu menghentikan Keenan demi mendapatkan banyak penjelasan, ada baiknya Keenan meredam amarahnya dan menenangkan dirinya, sama seperti yang dilakukan oleh Chatra, setelah Keenan pergi Chatra juga memutuskan untuk pergi namun kali ini Bellona memaksa ingin ikut dengannya.
“Keenan memang begitu, entah mau sampai kapan dia selalu mengkhawatrikan hal yang tidak penting sampai seperti itu” Balas Chatra.
“Jika itu tidak penting, kenapa dia begitu takut!?” Balas Bellona sambil merebahkan kepalanya diatas bahu Chatra.
Chatra tidak punya jawaban akan apa yang ditanyakan oleh Bellona, kali ini otaknya benar-benar tidak bisa berfikir telalu jernih, diatas rofftop sebuah gedung yang juga milik ayahnya ini, Chatra membawa Bellona pergi dari keramaian untuk sementara waktu dan menikmati semilir angin langsung dibawah awan, tempat tinggi ini memang tempat yang biasa untuk dipakai oleh Chatra dan Keenan untuk menghabiskan waktu mereka, tapi saat Chatra kemari bersama Bellona entah kenapa Keenan tidak disini, padahal ini tempat yang paling dipilih Keenan saat dirinya merasa perlu menenangkan diri.
“Bell!?” Panggil Chatra.
“Hmm” Balas Bellona yang malas mengeluarkan kata-kata.
“Berjanjilah, apapun yang terjadi nanti aku mohon kamu tidak boleh mengeluarkan air mata” Kata Chatra sambil menggenggam tangan Bellona erat.
Ada luka yang tidak bisa dijelaskan oleh Chatra saat mengatakan hal itu kepada Bellona, ada air mata yang mungkin harus terpaksa ditahan oleh Chatra akan apa yang tidak ingin dia beritahu kepada Bellona, gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta ini membuat Chatra harus terus bertahan meski banyak luka dan pilu yang akan dia hadapi, dan Chatra tidak akan membiarkan itu juga terjadi pada Bellona.
“Asalkan itu bukan karena kehilangan kamu, aku tidak akan menangis” Balas Bellona yang semakin membuat hati Chatra remuk.
Chatra meremas jemarinya keras tanpa diketahui oleh Bellona, beginikah rasanya luka tapi dirinya harus tetap pura-pura tegar karena orang yang disayangi, beginikah rasanya mencintai dengan luka, Chatra benar-benar tidak ingin membuat Bellona mengeluarkan air matanya walau itu setets, tapi apa yang sedang dia hadapi sekarang mungkin akan menjadi alasan kenapa Bellona meangis, memikirkan hal itu benar-benar membuat hati Chatra rasanya hancur.
“Tidak, tidak ada sedetikpun aku berfikir untuk membuat kamu kehilangan aku” Balas Chatra dengan air mata yang sudah menetes.
“Jika begitu jangan pernah lakukan, aku tidak akan pernah bisa menerima jika harus kehilangan kamu, tidak akan pernah Chatra” Balas Bellona yang kini sudah menatap Chatra.
Dengan wajah yang dipenuhi dengan senyuman semu Chatra berusaha membuat Bellona memahami keadaan yang mungkin belum bisa dijelaskan oleh Chatra sekarang, wajah Bellona yang begitu lembut membuat Chatra semakin merasakan luka dan mendalam karena terus ditusuk oleh keadaan yang tidak baik yang akan terjadi, Chatra bukan manusia yang pengecut, tapi kali ini rasa pengecut itu tidak bisa dia hilangkan.
“Tidak akan, aku tidak akan melakukan itu” Balas Chatra sambil memenamkan Bellona dalam pelukannya dan merasakan kehangatan Bellona mungkin untuk yang terakhirnya dan Chatra tidak pernah bisa memperhitungkannya entah akan sampai kapan dia akan bertahan.
Bellona bisa merasakan detak jantung Chatra yang menyiratkan akan luka, entah apa yang sebenarnya sedang dihadapi oleh Chatra, Bellona tidak mengerti, melihat kemarahan Keenan yang menunjukan kekhawatiran, menyaksikan air mata Chatra, Bellona merasa seolah ada hal yang disembunyikan oleh Chatra dan tidak bisa diungkapkan oleh nya, Bellona tidak atau apakah dia harus bertanya, atau hanya menunggu saja, jika soal jawaban, Chatra selalu akan jujur pdanya namun kali ini Bellona harus dibelenggu oleh isi kepala sendiri karena sikap Keenan dan Chatra yang tiba-tiba dramatis.
“Bisa jelaskan, kenapa Keenan begitu melarang kamu ikut team basket!?” Tanya Bellona.
“Hmmm entahlah si Keenan, hanya karena aku pernah mengalami cedera saat sekolah menengah pertama dulu yang mengakibatkan aku tidak bisa berjalan selama satu bulan itu harusnya menjadi trauma besar untukku tapi ternyata malah Keenan yang mengalami trauma” Jelas Chatra mmilih bohong utuk sementara waktu.
“Apa separah itu!?” Tanya Bellona dengan ekspresi serius.
“Iya, sampai didiaknosa akan mengalami kelumpuhan permanen” Balas Chatra.
“Jika begitu kekhawatiran Keenan tidaklah salah, jika aku yang menyaksikan nya sendiri mungkin saja sikapku akan sama dengan Keenan kan Chat, kelumpuhan permanen bukan hal yang baik!?” Jelas Bellona.
“Ya karena itu Keenan marah sampai tangannya mengenai tembok kantin dan sedikit berdarah” Balas Chatra.
“Tidak, jika begitu kamu tidak boleh ikut team basket, baca saja buku diperpustakaan” Balas Bellona.
Melihat ekspresi demi ekspresi yang ditunjukan oleh Bellona membuat rasa sakit Chatra sedikit terobati, hanya karena cerita yang dikarang mendadak oleh Chatra bisa membuat Bellona sekhawatir itu apalagi jika Bellona tau yang sebenarnya, Chatra tidak bisa membayangkan bagaimana sedih dan terlukanya Bellona.
“Bell, bukankah Darel sudah jelaskan jika kami akan latihan, dengan latihan yang gigih dan sungguh-sungguh aku rasa apa yang pernah terjadi tidak akan tejadi lagi bukan!?” Balas Chatra.
“Tidak, mana kamu tau hal seperti itu tidak akan terjadi lagi Chat, aku tidak mau kamu terluka itu saja, jadi aku mohon ikuti saja apa yang dikatakan oleh Keenan, toh dia juga ada benarnya kok” Jelas Bellona.
Entah bagaimana Chatra bisa membantah dua orang yang snagat penting dalam hidupnya ini, entah bagaimana Chatra bisa membuktikan jika perasaan Bellona dan Keenan hanya sebuah kekhawatiran yang tidak memiliki jawaban, jika begini Chatra harus bisa menempatkan diri dan tetap mengikut saja dari pada apa yang dialakukan oleh Keenan juga dilakukan oleh Bellona.
“Baiklah kalo gitu, aku tidak akan main basket bersama team Darel, tapi biar impas kalo harus belajar dengan giat mulai sekarang, ke perpus, mengulang semua pelajaran dan tentunya bersama gue” Jelas Chatra.
“Jika saja hanya brsama kamu aku terima, tapi mengulang pelajaran, emnjadi murid berprestasi itu hal membosankan” Balas Bellona.
“Ya sudah kalo begitu aku ikut team basket Darel saja” Balas Chatra dengan ekspresi merajuk yang khas.
“Hmmm baiklah, akan aku lakukan, tapi janji jika kamu tidak perlu bertindak menyakiti diri sendiri, atau juga bermain basket misalnya, aku tidak mau kamu terluka Chat” Jelas Bellona sambil mengeluus wajah Chatra lembut.
“Tidak akan, aku akan selalu ingat pesan itu” Balas Chatra dengan penuh lembut disusul dengan kecupan dikening Bellona yang membuat Bellona tersipu.
KAMU SEDANG MEMBACA
For a While
RomansaManusia akan merasa sangat kehilangan jika dirinya telah terlalu berlebihan dalam mencintai, semua akan terasa direnggut bila cinta itu sendiri telah terlalu merasuki benak nadi manusia itu sendiri, bahkan merekan akan lupa jika apa yang mereka cin...
