Part XXX

11 6 9
                                        


“Kenapa kita malah ke toko roti Kiyo!?” Tanya Bellona yang merasa aneh karena bukannya ke perpustakaan justru Chatra malah mengajaknya ketempat Kiyoko.

“Kita akan belajar disini, ya sudah buruan semua orang sudah menunggu” Balas Chatra sambil meletakan helmnya.

“Semua orang!?” Balas Bellona masih bingung dengan apa yang dimaksud dari Chatra.

Bellona akhirnya hanya mengikuti langkah Chatra yang berada didepannya, terlihat banyak orang berlalu lalang keluar toko roti milik Kiyo, memang sejak awal dibukanya toko roti ini Kiyo tidak pernah kehabisan pelanggan, ada saja yang datang untuk sekedar mencicipi rotinya atau penasaran dengan bagaimana rasa dari roti yang resepnya diciptakan oleh Kiyoko sendiri, bahkan saking ramainya pengunjung Kiyoko harus menambah karyawannya itu tidak hanya menguntungkan untuk Kiyoko tapi juga untuk orang-orang yang membutuhkan pekerjaan, wajar saja jika Kiyo lancar dalam bisinisnya karena darah bisnis sudah menjadi bakat turun temurun dalam keluarga setengah jepang setengah indo ini.

“Kalian semua ada disini!?” Tanya Bellona yang tidak menyangka semua teman-temanya ada disini bahkan Darel dan juga Keenan yang sepertinya sudah baikan dengan Chatra.

“Kemaren Chatra bilang bahwa kalian ingin belajar bersama untuk persiapaan ujian, jadi gue rasa kenapa Cuma lo yang ingin belajar kita semua juga pengen belajar, jadi karena itu kita putuskan belajar bersama” Jelas Queennie.

“Hmm lagi pula kita punya dua bocah pintar yang akan mengajari kita kan!? Dari pada dia latihan basket yang mungkin akan membahayakan baginya kenapa tidak si kutu buku ini mengajari kita saja” Sambung Darel.

“Mereka semua ingin ikut belajar juga, lagian itu bagus bukan, daripada nantinya Darel dan teman-temannya membayar seorang guru lalu memukul mereka jika nilai yang mereka harapkan tidak memuaskan, jadi bukanya lebih baik jika kita belajar bersama” Jelas Chatra.

“Wait jadi l tau kalo kita gebukin pak Rudi saat itu!?” Tanya Emilio dengan ekspresi serius.

“Hahahaha tentu, gue ga sengaja lewat, tapi tenang saja gue tidak akan mengadu asal kalian benar-benar belajar kali ini” Balas Chatra.

Semua orang kelihatan begitu bersemangat dengan ide belajar bersama mereka, Bellona tidak bisa mengungkapkan kebahagaiaan ini, Chatra benar-benar membuatnya sungguh terkesan dengan semua yang sudah dia lakukan, Bellona benar-beenar merasa bangga bisa bertemu seseorang seperti Chatra, selain bisa mendapatkan cinta dari Chatra, Bellona juga bahagia karena tidak hanya dirinya Chatra bisa membuat semua orang tersenyum dan merasa beruntung, dari mulai Bellona sendiri ayahnya dan sekarang Chatra juga membuat semua teman-temanya merasa bersemangat untuk belajar.

“Terima kasih kamu udah bikin ssemua orang bandel ini akhirnya ingin belajar juga” Kata Bellona.

“Bukan aku yang membuat mereka begini, mereka sendiri, tanya saja” Balas Chatra.

Bellona hanya membalas Chatra dengan senyuman bahagianya sembari mengeluarkan buku dan semua peralatan belajar, walau sulit dipercaya jika Darel dan sahabatnya akan belajar dengan serius tapi Bellona yakin dengan berjalannya waktu semua pasti akan berubah, Darel yang awalnya adalah bocah tengil dengan segudang masalah yang akan diperbuatnya mungkin sewaktu-waktu akan menjadi pribadi yang dewasa begitu juga dengan yang lain dan itu semua dimulai dari baiknya hati Chatra.

“Lo ga marah lagi dengan Chatra!?” Tanya Bellona memulai percakapan dengan Keenan yang sedari tadi juga ikut bersuka cita.

“Kayanya gue ga bisa deh marahan terlalu lama dengan cowok lo itu” Balas Keenan sembari memberikan senyuman manis kepada Bellona.

“Meskipun begitu lo udah bikingue terkejut kemaren, ternyata si kutu buku kek lo bisa juga membuat tembok retak sampai tangannya diperban sekarang” Jelas Bellona.

“Jadi selama ini lo malah berfikir gue ga bisa keras hanya karena gue si kutu buku, gue bahkan bisa lebih keras dari itu” Blas Keenan.

“Oh ya!? Sepertinya mulai sekarag gue akan berhati-hati dengan lo” Balas Bellona sambil bercanda.
“Ya karena mulai sekarang Lo harus belajar dengan apa yang akan gue beri, nih kita udah belajarkan ini sebelumnya jadi lo silahkan selesaikan soalnya” Jelas Keenan sambil memberikan soal kepada Bellona yang membuat tawa Bellona terhenti.

Bellona benar orang seperti Keenan memang tidak pantas melakukan pukulan keras atau semacamnya, hanya saja untuk membuat Bellona berhenti meledeknya Keenan harus melakukan hal keras versi dirinya sendiri, siapa sangaka jika menyuruh Bellona menyelesaikan soal-soal yang mungkin kurang dimengerti oleh Bellona akan membuat Keenan merasa menang dari gadis yang sudah merebut hati sahabatnya ini.

“Ya sudha gue akan minta Chatra yang mengajarinya” Balas Bellona mengelak.

“Mana bisa, lo ga lihat cowok lo sedang sibuk mengurus si otak kosong Darel dan teman-temanya, sekarang fokus saja kesini, ini bukan soal yang sulit, kita semua sudah mempelajari ini” Jelas Keenan dengan serius.

“Yahhh lagian gue mana ada belajar soal kek gini, setiap harinya gue Cuma bergosip” Keluh Bellona tidak tau harus brebuat apa dengan soal yang diberikan oleh Keenan.

“Ya ampun, sudah gue kia akan sangat sulit mengajari manusia dengan otak sebesar biji almont ini, huft” Kata Keenan berbisik.

“Apa!?” Balas Bellona dengan penekanan khusus.

“Tidak, sini gue ajarin  lo dengan cara khusus walau mungkin sedikit menggunakan kekerasan” Balas Keenan.

Bellona dan lainnya fiokus dengan pelajaran yang diajarkan oleh Keenan dan Chatra, mereka membagi dua kelompok belajar agar lebih mudah bagi Chatra dan Keenan mengajari mereka semua, meski terasa sangat sulit ini sangat menyenangkan karena mereka melakukannya bersama-sama,  tidak hanya Keenan yang kesulitan menjelaskan bagian setiap bagian kepada Bellona dan teman-temannya, Chatra juga mengalami hal yang sama.

“Apa sebaiknya di ujian nanti gue beli saja kunci jawaban kepada guru-gur yang memang gila uang, gue sungguh tidak mengerti apa yang lo katakan Chat” Jelas Darel mengeluh.

“Darel benar, ini sulit sekali” Sambung Iden.

“Apa nya yang sulit, sama seperti kalian yang tidak tau bagaimana cara bermain basket dan akhirnya kalian memenangkan banyak pertanding, sama seperti itu kalian hanya perlu latihan dan latihan” Balas Chatra berusaha memberi paham.

“Tapi itu tidak serumit ini, banyak sekali rumus yang ahkk entah apa ini” Balas Darel.

“Anggap saja kita sedang latihan basket, kalian pasti bisa gue yakin, kita ulang dari awal” Jawab Chatra penuh sabar.

Manusia tidak akan bisa mempelajari sesuatu jika mereka tidak menyukai sesuatu tersebut, begitu juga dengan Darel dan yang lainnya, mereka sekolah hanya utuk formalitas yang diberikan orang tuanya sebagai keajiban merek saja, tidak lebih dari itu,  dunia belajar hanya semata kepungan kebosanan yang harus mereka jalani sebagai tuntutan saja.

“Guyss ini makanan sudah siap, kalian bisa makan dulu dan kita akan lanjut belajarnya nanti, lagi pula untuk mengerti apa yang diajarkan oleh Chatra dan Keenan pelu tenaga yang banyak” Kata Kiyoko sembari membawa makanan disusul oleh Emilio yang  bersedia membantu Kiyoko kapan saja.

For a While Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang