1. Cepat Sembuh

199 89 22
                                        


Seperti biasa pagi hari ini sinar matahari yang cukup hangat menembus kaca kaca bening di setiap sudut ruangan kelas.

Begitu pula kaca ruangan kelas XII IPA1. Sinar matahari menyentuh lembut pundak seorang siswa laki laki berseragam rapi yang duduk berdekatan dengan jendela kaca kelas itu.

Lihatlah, pagi pagi seperti ini ia sudah menenggelamkan kepala nya di bawah tumpukan buku belajar. Belajar? tentu saja jawaban nya salah!..Tertidur? tepat sekali. Huh mungkin karena ia terlalu sibuk bergadang kemarin malam atau jam tidur nya yang berantakan, untung tidak hati nya yang berantakan. Kalau sudah begitu silakan konsultasi ke psikolog. Psikolog akan bertanya 'Kamu punya masalah hidup apa?' bilang saja 'Masalah hati yang berantakan' Skakmat.

Teng .. teng .. teng ..

Bel berbunyi 3 kali, pertanda upacara bendera pagi Senin akan segera di laksanakan.

Tiba tiba Arhan datang.

"Rayyy! bangun!" Arhan berseru setengah berteriak tepat di samping kanan telinga Rayyan. Yaps! Muhammad Rayyandra Alfahrizi, siswa laki laki yang tertidur dengan tumpukan buku belajar tadi.

"Astagfirullah!! Kenapa Han? Kenapa?" Oke, sekarang otak nya proses loading.

"Bel!"

"Bel?" Alis kiri Rayyan naik memberi isyarat bertanya 'maksudnya?'

"Astagaaa .. pagi pagi udah lemot, belum juga tua lo!" Arhan emosi seperti ibu ibu komplek yang berseteru dengan tukang sayur keliling.

"Apa hubungan nya antara lemot dan tua?" Oke, kesabaran Arhan setipis tisu di belah tujuh.

"Lo mau kita di hukum?"

"Ha?"

Baiklah Arhan menarik paksa tangan kanan Rayyan menyeret nya keluar kelas menuju lapangan tempat upacara akan berlangsung.

Yang di tarik juga pasrah pasrah saja, karena ia sudah terbiasa di perlakukan tidak manusiawi oleh teman nya ini. Tidak manusiawi? Lebay? Ohh tidak, kalian salah paham. Arhan hanya membawa Rayyan menuju lapangan untuk ikut upacara bendera pagi.

⭐️ ⭐️ ⭐️

"Han."

"Hemm .. kenapa Ray?"

"Gue kaya mau pingsan ya,"

"Ehh .. jangan pingsan dulu, gue gak mau jadi sok pahlawan kepagian ya kalau lo pingsan sekarang di tengah lapangan gini. Mana masih upacara lagi." Arhan berkeluh ria. Sedangkan Rayyan wajah nya sedari tadi sudah mulai memucat pertanda ia tidak berbohong, dia sakit.

"Pingsan nya di tunda dulu ya?" Pertanya bodoh macam apa ini!?

"Lo sakit Ray? kok gak bilang bilang sih?"

Hening. Tidak ada jawaban dari Rayyan.

"Yaudah, kalau lo gak kuat lagi..pergi aja ke uks, buruan!! Lo udah pucat banget itu,"

"Apa perlu gue panggilin PMR sekolah?"

"Gak."

Rayyan sudah tau ia tidak ingin di tandu para PMR hanya karena dirinya merasa 'ingin pingsan'.

Dengan segera Rayyan mengangkat sebelah tangan kanannya, di sela sela pembina upacara sedang memberikan amanat kepada seluruh siswa.

"Ya? kenapa nak?"

"Pak izin!"

⭐️ ⭐️ ⭐️

"Kaya pernah ngeliat dia sebelum nya, tapi di mana ya?"

Starlight With You (On-going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang