Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

3. Langkah Awal Kalya

359 43 7
                                        

Happy Reading guys 💚


Jangan lupa vote dan komen, ya!

Pagi-pagi sekali Kalya sudah bangun dari tidurnya. Kejadian semalam begitu membekas dalam hatinya, semua perlakuan Ansel dan ucapan mamanya sangat mengganggu kepalanya. Bahkan, hingga membuat tidur gadis itu tidak nyaman.

Kalya terus memperhatikan tubuhnya yang terbalut piyama. Lengannya bergelambir, pinggulnya begitu mencolok, serta pahanya yang benar-benar sangat berlemak, tetapi pinggangnya terlihat lebih kecil dibandingkan pinggulnya. Jika dilihat-lihat tipe bentuk tubuh Kalya adalah seperti jam pasir, tapi jam pasir yang besar bukan yang kurus langsing.

Ketika Kalya sedang sibuk dengan bentuk badannya, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan menampilkan Sari di sana. Dengan cepat Kalia menurunkan bajunya yang tadi disingkapkan. Buru-buru Kalya menghampiri wanita itu yang tak lain adalah mamanya.

"Langsung beresin kamar, jangan tidur lagi," titah Sari tanpa basa-basi pada putrinya.

"Iya, Ma." Kalia mengangguk.

"Jangan tidur lagi, ingat badan kamu!" Sari kembali menyinggung hal sensitif itu. "Anak gadis, kok gitu badannya!"

"Nah, kan, mulai lagi," lirih Kalya membatin.

Kalya malas mendengar siapapun membicarakan tentang badannya. Ia hanya tersenyum singkat dan langsung beralih membereskan kamarnya. Setelah selesai, Kalya tidak melihat lagi mamanya di ambang pintu, mungkin wanita itu sudah ke dapur lagi.

Kalya segera menuju kamar mandi. Begitu selesai dengan rutinitas paginya, ia langsung menuju dapur, apalagi kalau bukan untuk makan. Gadis itu tidak pernah absen untuk makan. Dengan semangat Kalya mengisi piringnya dengan nasi dan lauk, hingga piring itu sangat penuh.

Sari yang melihat ulah anaknya sontak berkata. "Kalya, kamu itu anak gadis, jangan sampai segitunya makan nasi. Kurangi, apa gak engap sama badan kamu itu?"

Sontak saja Kalya menghentikan tangannya yang hendak menyuapi nasi ke dalam mulut. Dimarahi ketika makan itu benar-benar tidak mengenakkan. Kalya meletakkan kembali sendoknya dan beralih menatap Sari.

"Cukup, Ma." Kalya mendorong sedikit kasar piringnya dan beranjak dari meja makan.

Air matanya luruh begitu ia tiba dikamar. Kalya menangis bukan masalah dihina tentang badannya, tetapi ia sedih karena Sari-lah yang mengatakan hal itu. Jika semua orang yang mengatakan ia tidak akan terlalu masalah, tetapi jika sudah mamanya yang mengatakan, itu benar-benar sangat membuat Kalya sakit.

Kalia membuka ponselnya. Ia membuka aplikasi yang mengetahui segalanya, apalagi kalau bukan mbah google. Ia mencari semua cara dan langkah untuk menjadi kurus. Jika selamanya badannya menjadi bahan omongan, maka Kalya tidak akan tahan.

"Gue harus berubah." Tekad Kalya setelah melihat beberapa orang yang berhasil cantik karena melakukan diet. "Masa SMA udah berakhir, sekarang waktunya gue berubah!"

Kalia meyakinkan dirinya, bahwa inilah waktunya untuk berubah. Jika bukan dirinya yang memulai, lantas siapa lagi? Biarlah masa SMA berjalan tidak sesuai dengan keinginan. Kalia akan menutup hatinya, ia akan belajar untuk melupakan Ansel.

***

Liburan panjang menjelang memasuki dunia perkuliahan dan menjadi seorang mahasiswa baru, kini sedang Kalia lewati. Waktu libur ini akan Kalia gunakan untuk memulai kehidupan baru. Kalia mulai mencari-cari video untuk melatih kekuatan otot. Sejauh ini Kalya masih belum bertindak lanjut, hanya saja dia mulai sadar, bahwasanya besar badan sangat berpengaruh untuk kesehatan. Namun, satu yang belum konsisten Kalia lakukan, yaitu menjaga makan. Menjaga porsi makan benar-benar sangat berat dilakukan, tetapi Kalya masih akan tetap mencoba.

Fatty Love (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang