11

1.1K 53 3
                                        

"Huftttt

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Huftttt...."

Di tengah malam yang sunyi, Bara terjaga dalam gelap kamar. Cahaya bulan yang lembut menembus tirai tipis, memantulkan kilau halus di wajah Rebecca yang tertidur pulas di sampingnya. Bara memandangnya dengan penuh keraguan dan kerinduan yang tak tertahan. Rebecca dengan lehernya yang mulus seolah-olah tanpa sadar memamerkan kelembutan dan keindahan yang membangkitkan gelora dalam diri Bara.

Setiap kali Bara berusaha untuk memejamkan mata, pikirannya tak henti-hentinya kembali kepada Rebecca. Nafsu yang bergejolak membuatnya sulit untuk menenangkan diri. Hatinya berdebar kencang, seolah terjaga oleh daya tarik yang tak bisa dijelaskan. Meski begitu, Bara berusaha keras untuk menahan diri, berusaha untuk tidak melawan batasan yang telah ia tetapkan.

Salah Bara seharusnya ia benar pulang ke apartemennya, semalam ia kembali masuk kekamar Rebecca dan memutuskan untuk tidur dengan kekasihnya.

Bara berulang kali mendengus kesal, saat melihat tubuh Rebecca yang sangat menggoda imannya. Berulang kali juga Bara menutup tubuh Rebecca menggunakan selimut tebal agar pemandangan itu tak terlihat oleh matanya.

Berjam-jam berlalu, dan meski matahari belum menampakkan diri, Bara akhirnya mulai merasa kelelahan. Perlahan pun matanya mulai terpejam di samping Rebecca.

Setelah jam kerja selesai, Qia menatap Rebecca dengan senyuman lebar, "Caca! Gue pengen beli kosmetik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah jam kerja selesai, Qia menatap Rebecca dengan senyuman lebar, "Caca! Gue pengen beli kosmetik. Mau ikut?"

Rebecca, yang tampak lelah namun dengan senang, mengangguk. "Ayokk.."

Mereka melangkah keluar dari kantor dan menuju sebuah toko kosmetik yang lumayan tak jauh dari kantor dan searah dengan jalan pulang mereka. Di dalam toko yang penuh dengan berbagai macam produk kecantikan, mereka dengan antusias memilih beberapa alat makeup. Qia menyoroti beberapa produk terbaru yang sedang tren, sementara Rebecca dengan teliti memilih barang-barang yang sesuai dengan kebutuhan sehari-harinya.

"Ihh coba deh liat, bagus ngga warnanya?" Tanya Qia bertanya pendapat Rebecca tentang lipstick yang ia baru saja temukan.

"Bagus, tapi coba deh cari warna yang agak cerahan di kamu" saran Rebecca.

Lemonade ( 21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang