⚠️mengandung unsur dewasa dan bahasa kasar
Sequel of Leon King 18+
Sebuah keadaan yang membuat Zoey Rebecca terjebak di masalalunya dan mengalami mental disorder. Dimana ia merasakan kecemasan ketika berada di dekat orang-orang yang sebelumnya perna...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di ruang tamu yang sepi, Rebecca menatap Bara dengan tatapan yang penuh kekecewaan. Hati dan pikirannya berperang, tidak percaya bahwa orang yang dicintainya telah menyimpan rahasia besar. Bara sudah mempunyai anak, Kejutan itu begitu dalam menghancurkannya, hingga air mata mulai mengalir tanpa bisa ia bendung.
"Ternyata lo juga jahat banget." suaranya bergetar, penuh emosi yang membuncah. Ia tidak tahu harus mulai dari mana, rasanya seperti dunia di sekelilingnya runtuh.
"Pantes aja, lo masih ngejar gue dan ngga mempermasalahkan kalo gue pernah bohongin lo soal Gue samaa Leon. Lo ngga masalah sama apa yang gue lakuin,? Ternyata-???" Rebecca membuang muka tak menatap Bara.
Bara berdiri di sana, bingung dan ketakutan. Ia tidak pernah ingin menyakiti Rebecca. Namun, ia tahu bahwa ia tidak bisa berbohong. "Gue ngga maksud ngelakuin itu"
"Ngga maksud???" Rebecca tertawa getir. "Anak itu umur 4 tahun, lo pergi ninggalin gue tanpa kabar 3 tahun,? Berarti selama kita menjalin hubungan anak itu udah berumur kurang lebih 1 tahun kan,? Lo udah punya anak waktu kita pacaran,? Lo udah pernah nikah sebelumnya?"
"Apa jangan-jangan lo sebenernya duda,? sama kaya Adam dan Elang, temen lo di bengkel dulu,?" Rebecca menatap Bara penuh kecewa "jangan-jangan semua cerita lo itu sampah,? Sad love yang lo ceritain itu bohong,? Nggak abis pikir gue,? Lo duda,? Apa Lo hamilin anak orang,? Atau lo sebenernya sampe sekarang masih punya istri,? Gue ngapain lo kasih cincin, Bar?" Rebecca melepas cincin yang Bara pasangkan di jari manisnya dengan kasar dan melemparkannya ke arah Bara. Cincin itu meluncur, jatuh ke lantai setelah mengenai dada Bara, seolah mencerminkan hancurnya harapan-harapan yang ia pelihara.
Rebecca merasakan kepalanya berdenyut sakit, sebisa mungkin ia menahan sakit itu saat di depan Bara. "Lo menjual kesedihan lo di depan orang-orang, dan di depan gue,? Lo bohongin semuanya dengan cerita sampah lo,? Jangan-jangan lo yang ninggalin pacar lo waktu itu,? Lo hamilin dia dan lo kabur gak mau tanggung jawab.?" Rebecca tak habis fikir untuk mengira-ngira apa sebenarnya yang ia tak tahu tentang Bara dan Anaknya.
Bara merasakan sesak di dadanya. Ia tahu konsekuensi dari semua ini, namun ia sangat menyayangi Oscar dan tidak bisa membayangkan kehilangan Rebecca.
"Mulai sekarang kita ngga ada hubungan apapun lagi" putus Rebecca kemudian berbalik, meninggalkan Bara yang terpaku di tempatnya, hati Bara terasa remuk. Ia hanya bisa menyesali semua yang terjadi, berharap bisa mengubah masa lalu.
Di parkiran The Interlace, Anak kecil bernama Oscar itu merasa kelelahan karena harus menunggu Bara. "Om papah lama banget ci?" Tanya Oscar pada Raka.
"Bentar lagi papa dateng, sini duduk." Kata Raka.
"Aunty tadi cantik om, dia mau nggak ya jadi mamahnya Ocal."
"Kan Oscar punya mamah, masa mau punya mamah lagi" kata Raka.
"Kali gitu Jadi kapan Ocal ketemu mamahnya Ocal?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.