⚠️mengandung unsur dewasa dan bahasa kasar
Sequel of Leon King 18+
Sebuah keadaan yang membuat Zoey Rebecca terjebak di masalalunya dan mengalami mental disorder. Dimana ia merasakan kecemasan ketika berada di dekat orang-orang yang sebelumnya perna...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rebecca akhirnya tiba di Shanghai, sebuah kota besar yang tampak samar-samar dari balik kabut dingin. Ia mengenakan mantel tebal, berharap bisa melawan angin yang menusuk. Pemandangan yang asing dan langit yang kelabu semakin menambah beban di hatinya. Di bandara, ia disambut oleh seseorang dari perusahaan Moon-Yu yang telah menyiapkan segalanya untuk Rebecca. Perjalanan ini adalah keputusan besar, dan dengan berat hati, ia meyakinkan diri untuk memulai hidup baru di sini tanpa Leon, tanpa Bara, dan tanpa siapa pun dari masa lalunya.
Sepanjang perjalanan menuju apartemen, Rebecca tenggelam dalam pikiran-pikiran yang menyakitkan. Leon, yang kini bahkan tak lagi memberi kabar selama tiga hari, masih menghantui pikirannya. Hanya beberapa hari yang lalu, Rebecca merasa yakin pada perasaannya untuk Leon. Namun sekarang, keheningan dari pihak Leon memaksanya untuk menerima kenyataan yang pahit. Ia menarik napas dalam, berusaha menenangkan diri, dan perlahan mencoba meyakinkan hatinya.
Akhirnya, mobil berhenti di depan sebuah gedung apartemen mewah yang cukup dekat dengan kantor Moon-Yu. Apartemen itu tampak nyaman, dengan desain modern dan nuansa hangat yang membuat Rebecca merasa sedikit lebih tenang. Setelah mengurus akses masuk, Rebecca melangkah masuk ke apartemennya dan mulai mengatur barang-barang yang ia bawa buku, baju, dan beberapa kenangan kecil. Kegiatan ini sedikit banyak membantu Rebecca mengalihkan pikirannya dari bayangan Leon yang selalu terngiang-ngiang.
Saat sedang sibuk menata barang-barang, bel pintu tiba-tiba berbunyi. Rebecca tersentak dan segera menuju pintu, membukanya. Seorang pria berdiri di depan pintu, menyerahkan sebuah kunci mobil Mercedes padanya. Sambil tersenyum, pria itu berbicara dalam bahasa Mandarin, "Mobil Anda sudah tiba." Katanya kemudian pamit setelah Rebecca mengatakan trimakasih.
Rebecca pun meletakkan kunci itu di atas meja setelah menatapnya selama 5 detik, mobil pemberian Bara yang senagaja ia bawa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam dinding di ruang makan berdentang tiga kali. Sunyi. Hanya suara angin malam yang sesekali menerobos celah jendela dan menggoyangkan tirai.
Rebecca tertidur dengan kepala bersandar di atas meja makan. Tangannya masih menggenggam sendok, sementara piring di hadapannya sama sekali tak tersentuh. Kelopak matanya bergerak-gerak cepat di balik tidur lelahnya, dan di dalam sana… sesuatu membawanya ke dunia lain.