⚠️mengandung unsur dewasa dan bahasa kasar
Sequel of Leon King 18+
Sebuah keadaan yang membuat Zoey Rebecca terjebak di masalalunya dan mengalami mental disorder. Dimana ia merasakan kecemasan ketika berada di dekat orang-orang yang sebelumnya perna...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Leon bisa Mah, Mamah percaya aja sama Leon" kata Leon meyakinkan Mamahnya melalui panggilan Video itu.
"Leon Umur kamu baru 23, mamah rasa kamu belom cukup bisa menghendle semua itu. Apalagi pengeluaran kita 3 bulan ini hampir 2× lipat dari pengeluaran kita 1 Tahun. Dan 11M itu bukan uang kecil. Pikirin Baik-Baik, kamu punya banyak karyawan. Mereka bergantung sama kamu, kamu harus pikirin mereka ada yang punya cicilan, ada yang jadi tulang punggung keluarga, bahkan mungkin ada yang lebih parah lagi, kan kamu ngga tau. Karena semua itu udah terlanjur yaudah ngga papa, mamah ngga masalah. Tapi kamu ngga boleh turun tangan. Kamu tetep di sini."
"Mah, kalo mamah kegitu mulu, kapan Leon belajar mah, lagian Leon ga sendiri. Masalah karyawan Leon juga ngga bakalan pecat mereka. Mamah tenang aja."
"Leon, mamah udah tua. Ngga bisa kaya dulu lagi, kalo kamu kenapa-napa mamah ga bisa turun tangan."
"Leon ngerti mah, Leon udah pikirin itu baik-baik."
"Yaudah, mamah tutup dulu ya. Mamah pusing ngobrol sama kamu yang susah di atur itu" kata mamahnya.
Leon berselebrasi setelah panggilan itu selesai. Ia nampak begitu girang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rebecca melangkah ringan di pusat perbelanjaan dengan Thalia di sisinya. Rasanya seperti mimpi, akhirnya setelah tiga tahun, ia bisa kembali menikmati waktu bersama keluarganya. Setelah makan malam bersama semalam, kini Rebecca melanjutkan momen berharga dengan pergi berbelanja bersama Thalia, adik kecilnya yang dulu ia tinggalkan, kini tumbuh menjadi remaja. Masih Rebecca ingat jelas wajah lugu dan polosnya saat ia duduk di bangku SMP.
Thalia tampak begitu ceria, raut wajah bahagianya tidak dapat disembunyikan. Begitu masuk ke toko pakaian, matanya langsung bersinar saat melihat beberapa baju yang terpajang rapi. Dengan lompatan kecil, ia berlari ke arah rak, menatap setiap pakaian dengan penuh rasa kagum. "Kak Caca! Liat deh, bagus banget?" seru Thalia sambil memegang baju berwarna cerah. Mata Thalia berbinar penuh harap, dan ia mulai merayu kakaknya dengan gaya manisnya, meminta agar Rebecca membelikannya beberapa barang yang menarik perhatiannya.
Rebecca hanya tersenyum lembut, hatinya penuh kehangatan melihat keceriaan adiknya. "Iya, ambil yang kamu suka," jawab Rebecca tanpa keberatan. Begitu mendengar persetujuan dari kakaknya, Thalia melompat-lompat kegirangan. "Yeay! Makasih, Kak!" Ia pun bergegas lagi, berlari dari satu rak ke rak lainnya, mencari barang-barang lain yang menarik perhatiannya.