⚠️mengandung unsur dewasa dan bahasa kasar
Sequel of Leon King 18+
Sebuah keadaan yang membuat Zoey Rebecca terjebak di masalalunya dan mengalami mental disorder. Dimana ia merasakan kecemasan ketika berada di dekat orang-orang yang sebelumnya perna...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gue ngga butuh data dia, ngga penting juga Buat gue" kata Leon pada Hendrik.
"Baca, gue udah ngumpulin ini semua dan lo cuekin gue gitu aja,?" Paksa Hendrik.
Leon berdecak kemudian membaca data yang berisi informasi tentang Bara. Leon membaca semua dengan teliti.
King Barack Almahendra, pemuda berusia 25 tahun seorang single dad, pengusaha sukses di bidang rental mobil dengan label Nias Forrent, yang beroperasi di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Dengan 98 mobil yang dikelola dalam usahanya, ia berhasil mencapai omset hampir 4 miliar rupiah per bulan. Meski sukses, Bara pernah mengalami pengalaman pahit yaitu ditipu oleh mantan pacarnya sendiri yang membawa pergi uangnya.
Tukk...
"Apasih, sampah! lebay banget. Pengusaha muda nyenyenyenye... bacot! Najis gue bacanya. Bisa nggak sih nggak usah berlagak seolah lo penulis blog. Tulis yg penting aja. Geli tau!"
Leon meletakkan berkas itu tanpa menyelesaikan membacanya, ia tak mau menyelesaikan karena adanya data yang menunjukkan keterlibatan Rebecca di hidup Bara membuat Leon enggan mengetahui lebih lanjut tentang semua yang terjadi antara Rebecca dan laki-laki itu.
"Dia ngga terlalu penting buat gue, gue juga ngga mau tau siapa dia." Ungkap Leon. "Ehhh-?? Single Dad?" Tanya Leon tiba-tiba menatap Hendrik.
"Iyaa..."
"Anaknya 4 tahun?" Tanya Leon antusias. Hendrik mengangguk.
"Kok gue nggak ngerti ya? Dia sekarang 25, kalo anaknya 4 tahun umur 20 kemungkinan dia nikah? Umur 21 dia udah punya anak,? Umur 23 dia kerja di bengkel? Hah? Dia punya hubungan sama Becca udah punya anak?" Pikir Leon dengan teorinya sendiri.
"Menurut lo Rebecca udah tau hal ini? Dan kalau belum kira-kira dia harus tau hal ini nggak?" Tanya Hendrik.
Leon terdiam lalu berjalan mendekat ke jendela. "Itu bukan urusan gue, kalo ternyata selama ini dia udah tau, berarti dia nerima Bara apa adanya. Kalo ternyata Rebecca belum tau, gue nggak mau bikin Rebecca kenapa-kenapa." Kata Leon dengan raut wajah sendu-nya.
"Maksudnya? Lo mau biarin Rebecca terus-terusan sama Bara? Lo nggak mau merjuangin Rebecca lagi dong kalo tindakan lo gitu?" Hendrik menatap Leon dengan sedikit kecewa.
"Gue sayang sama dia, gue berharap banget bisa dapetin dia lagi. Tapi bukan dengan cara jatuhin orang lain, ini kesalahan gue. Sekarang gue tau rasanya di selingkuhin itu gimana. Gue harus berjuang semurni mungkin biar gue dapet hatinya juga murni, bukan gara-gara menjatuhkan dan melemahkan orang lain. Karena kalo itu terjadi, bisa aja Rebecca jauhin Bara tapi tetep nggak mau deket ke gue. Nggak ada keuntungan. Gue cuma mau fokus ke Rebecca aja. Karena urusan gue emang cuma dia." Jelas Leon
"Susah banget jadi lo!" Hendrik mulai frustasi dan larut kedalam kisah Bos nya.
"Emang." Kata Leon. "Apalagi, dia dengan Gangguan mental nya. Dia nggak bisa gue deketin secara langsung, karena traumanya. Trauma bisa nyakitin gue lagi" lanjut Leon dalam hati.