27

457 22 4
                                        

Sudah 2 hari berlalu namun Rebecca belum juga menerima kabar dari Leon

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah 2 hari berlalu namun Rebecca belum juga menerima kabar dari Leon. Ia benar-benar di landa stress kuat. Ia tidak bisa tidur nyenyak dan tidak bisa makan lahap. Ia sendirian di Singapura. Perasaannya berkecamuk sendirian, ia benar-benar sendirian.

Gejala itu muncul lagi.

"Rebecca" Rebecca langsung mendongak menatap kedepan, pandangannya kabur, ia seperti melihat Zhu tapi tidak ada.

"Rebecca" suara itu muncul lagi di sebelah kiri. Mata Rebecca beralih lagi, Zhu langsung menghilang dari pandangannya.

"Rebecca" kini kembali di sebelah kanannnya. Kepala Rebecca benar-benar terasa ingin pecah.

"Arhhhhh...." teriak Rebecca merasakan serangan sakit di kepalanya.

Suara demi sura yang memanggil namanya bersahut-sahutan hingga membuatnya stress tak tertahan. Semuanya kacau dan semu.

"Zhu! Stop!" Teriak Rebecca lagi.

"Aaahh,,, kenapa sih gue harus ngalamin hal ini,?" Keluh Rebecca dalam hatinya, keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuh termasuk wajahnya.

Ia segera bangkit untuk mencari obat yang biasa ia konsumsi untuk menenangkan diri. Tak tanggung ia minum obat itu lebih dari dosisnya berharap sakit yang ia derita cepat sembuh.

Air putih yang baru saja ia tuang kini sudah habis di tengguk, nafasnya memburu seolah habis di kejar hantu. Kakinya melemah dan membuat tubuhnya terjatuh, ada sedikit rasa lega meskipun tidak seberapa. Rebecca memejamkan matanya dan menyender pada kaki meja.

Drttt....drtttt...drttt...

Matanya terbuka perlahan dan seolah ikut telinga untuk mendengar getar ponselnya. Segera ia menyeka air matanya dan berjalan dengan penuh gesa untuk mengambil ponselnya, berharap panggilan itu berasal dari orang yang ia tunggu, yaitu Leon. Rebecca mengangkat teleponnya yang berdering, namun raut wajahnya semakin murung setelah layar panggilan itu menunjukkan nama Qia bukan Leon. Rebecca pun mengangkat panggilan itu setelah menetralkan keadaannya.

"Halo Qi,?" Sapa Rebecca.

"Iya besok gue terbangnya. Lo mau nemenin gue ngobrol ga,?" Tanya Rebecca.

"Ngga kok, gue ngga papa" kata Rebecca. "Cuma lagi sedikit nggak enak badan aja."

"Oke gue tunggu ya." kata Rebecca kemudian mematikan panggilan itu.

" kata Rebecca kemudian mematikan panggilan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lemonade ( 21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang