6

1.4K 67 14
                                        

Rebecca tak berhenti menangis sedari tadi, kejadian yang sungguh di luar dugaan membuat dirinya merasa kesal dan sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rebecca tak berhenti menangis sedari tadi, kejadian yang sungguh di luar dugaan membuat dirinya merasa kesal dan sakit. Memaki dirinya sendiri semakin membuat emosinya meluap.

"Fuckk!"

Tak henti-hentinya Rebecca mencuci muka melihat jijih wajah di pantulan cermin yang nampak lemah. Dadanya berdenyut seolah ada sesuatu yang ingin merampas tubuh dan pikirannya.

Tak kuat menahan rasa sakit dan sesak di dadanya Rebecca pun terjatuh dengan memegangi dadanya.

Sebenarnya trauma apa yang di rasakan Rebecca? Dia yang jahat, seharusnya ia pantas mendapatkan itu. Kenapa ia merasa seolah tersakiti.?

Rintihannya semakin terdengar tidak jelas, kala keringat mulai membahasi wajahnya pertanda banyak energi yang keluar hanya untuk merasakan sakit yang mengganggu mentalnya selama ini.

Sendirian di kegelapan.

"Rebecca. Ada apa?" Tanya perempuan yang entah sejak kapan sudah berada di sana.

"Zhu. Sakit" kata Rebecca memukul-mukul dadanya sendiri.

"Kamu harus terbiasa dengan sakitnya, sampai nanti kamu tidak lagi menangis karena lelah menangisi hal yang tidak perlu kamu tangisi." Kata Zhu.

Disisi lain.

"Arghhh.... fuckkk! Rebecca!!"

Laki-laki yang baru beberapa jam lalu menemui wanita yang paling ia cintai kini duduk di bar dengan keadaan yang sudah mabuk parah, matanya terpejam namun mulutnya asik menggerutu berulang kali menyebut nama Rebecca.

Meja di depannya sudah penuh dengan botol kosong yang pastinya isi botol itu sudah ia habiskan.

Tangan dan mulutnya masih bekerja sama untuk memasukkan wine itu ke dalam mulutnya, meskipun mata sudah tak berdaya untuk terjaga.

"Rebecca,,,, hahaha"

"Gue bisa bayar tubuh lo berapapun! Gue bisa, sekalipun nyawa yang harus jadi taruhannya," gerutunya setelah menahan kecewa karena Rebecca berulang kali bertemu dengan laki-laki asing, namun menjauh saat bertemu dengannya.

Gadis yang sedari tadi memperhatikan Bara pun kini akhirnya menghampirinya, karena merasa tertarik.
"Halo tampan,!" Sapa gadis seksi bermata sipit keturunan Tionghoa menghampiri dan duduk di samping Bara dengan lagak menggoda.

"Ckk.. shitttt!!! Am I that dirty? until all the flies approached me.??" Umpat Bara yang menyadari sedari tadi ia di datangi gadis-gadis seksi yang menggodanya.

Ts : Ckk.. Shittt!!! Apa gue sekotor itu? Sampai semua lalat deketin gue,?

"Apa maksudmu lalat,? Hey!! Buka matamu dan lihat baik-baik betapa cantiknya aku. Semua laki-laki ingin tidur dengan ku kau tau!!" Cecar gadis itu kemudian pergi meninggalkan Bara.

Lemonade ( 21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang